<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711495">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN DENGAN PENGHAWAAN ALAMI DI PINGGIR PANTAIRN (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>MAHA CORNER CAFé, LHOKNGA, ACEH BESAR, ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ade Riskia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bangunan café di kawasan pesisir umumnya menerapkan konsep semi-outdoor untuk mengoptimalkan ventilasi alami dan interaksi dengan lingkungan luar. Namun, besarnya bukaan bangunan serta pemilihan material berpotensi menimbulkan tantangan dalam pencapaian kenyamanan termal. Maha Corner Café di Aceh Besar merupakan bangunan semi-outdoor bermaterial kayu yang perlu dievaluasi tingkat kenyamanan termalnya berdasarkan kondisi fisik ruang dan persepsi pengguna. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung parameter lingkungan termal yang meliputi suhu udara, kelembapan relatif, dan kecepatan angin, serta perhitungan Effective Temperature (TE). Selain itu, evaluasi kenyamanan termal dilakukan menggunakan indeks Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD). Persepsi kenyamanan pengguna diperoleh melalui kuesioner yang melibatkan 130 responden, jumlah ini dipilih untuk meningkatkan reliabilitas dan representativitas data persepsi termal. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menilai tingkat kenyamanan termal dan preferensi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TE mengalami fluktuasi sepanjang waktu pengamatan dengan kecenderungan berada pada kategori nyaman optimal dengan persentase 62,9%. Analisis PMV menunjukkan kondisi slightly warm dengan nilai PPD yang relatif tinggi yaitu 0,85–1,18 dengan PPD antara 20–34%,. Meskipun demikian, hasil persepsi menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung tetap merasa cukup nyaman. Kecepatan angin yang cukup tinggi akibat pengaruh iklim pantai, serta penggunaan material kayu, berindikasi berperan dalam menurunkan sensasi panas dan meningkatkan penerimaan termal pengguna. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perancang dan pengelola bangunan café berpenghawaan alami di kawasan pesisir dalam upaya meningkatkan kenyamanan termal pengguna.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711495</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 19:56:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-30 09:27:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>