<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709067">
 <titleInfo>
  <title>ISOLASI EKSTRAK N-HEKSANA BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.) DAN AKTIVITASNYA TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mariah Nasrina Mardhatillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan herbisida sintetis dalam pengendalian gulma sering menimbulkan dampak negatif seperti resistensi gulma, pencemaran lingkungan, dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian gulma yang ramah lingkungan berupa bioherbisida yang bersumber dari senyawa alelopati tanaman. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah babadotan (Ageratum conyzoides L.) yang diketahui mengandung metabolit sekunder dengan aktivitas alelopatik. Penelitian ini menggunakan metode uji terpandu (bio guided fractionation) Penelitian ini diawali dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut n-heksana, dilanjutkan dengan isolasi dan re-isolasi menggunakan kromatografi kolom dan diperoleh sub-subfraksi A1, A2, dan A3, dan pada penelitian ini yang diuji adalah sub-subfraksi A3, selanjutnya dianalisis dengan uji fitokimia, serta analisis GC-MS dan diuji aktivitasnya pada gulma bayam duri (Amaranthus spinosus L.). Penelitian ini berlangsung dari Mei 2024 sampai dengan Februari 2025. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Gulma, Departemen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Laboratorium Analisis Pangan Departemen Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian, Ruang Analisis Sampel Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Laboratorium Kimia Organik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial dengan lima perlakuan, yaitu kontrol (aquades) dan ekstrak sub-subfraksi A3dengan konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%, masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman gulma bayam duri, jumlah daun gulma bayam duri, luas daun gulma bayam duri, panjang akar gulma bayam duri, berat basah dan berat kering gulma bayam duri, serta persentase pengendalian gulma bayam duri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak konsentrasi terbaik pada ekstrak n-heksana babadotan sub-subfraksi A3 yaitu konsentrasi 1,5% memberikan efek paling optimal dengan menghambat pertumbuhan gulma bayam duri hingga mencapai kematian 100% pada 7 hari setelah aplikasi. Uji fitokimia mengidentifikasi keberadaan alkaloid dan terpenoid, sementara analisis GC-MS menemukan 37 senyawa dengan 4 senyawa mayor yaitu 4-Oxo-ß-isodamascol, 1-Heneicosyl formate, Neophytadiene, dan Phytol. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709067</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 17:03:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 10:11:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>