<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708225">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN TUTUPAN LAHAN MANGROVE DI KABUPATEN ACEH BESAR RNDAN KOTA BANDA ACEH DENGAN METODE MAXIMUM LIKEHOOD RNCLASSIFIER (MLC) PADA PENGINDERAAN JAUH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GILANG LESMANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Laju kerusakan mangrove selama 3 dekade terakhir termasuk cepat, dengan angka &#13;
40% per tahun yang mana adalah laju kerusakan yang masif. Perubahan ini dikarenakan &#13;
karena alih fungsi lahan menjadi pemukiman, industri, pertanian, dan lainnya yang &#13;
dilakukan oleh masyarakat setempat. Pembalakan liar juga sering dilakukan oleh warga &#13;
setempat maupun orang luar. Menurut badan pusat statistik provinsi Aceh (2015) luas &#13;
wilayah mangrove di Kabupaten Aceh Besar adalah 218 ha, kemudian untuk untuk luas &#13;
wilayah mangrove di Kota Banda Aceh adalah 648 hektar. Pemanfaatan data penginderaan &#13;
jauh dalam kaitannya dengan penelitian di antaranya banyak dilakukan untuk penelitian &#13;
tentang model pengembangan wilayah pesisir dan lautan. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengetahui perubahan penutupan lahan mangrove di Kabupaten Aceh besar dan Banda &#13;
aceh antara 2017, 2019, 2022, dan  2025 dengan metode Maximum Likehood Classifier &#13;
(MLC).  &#13;
Penelitian ini menggunakan metode Maximum Likehood Classifier (MLC) yang &#13;
memanfaatkan teknologi untuk pemantauan perubahan tutupan hutan mangrove sekunder, &#13;
melalui pemetaan lahan dan analisis citra satelit. Klasifikasi masing-masing citra terdapat &#13;
nilai eror sehingga mengurangi akurasi hasil pengelolaan citra. Untuk mengurangi nilai &#13;
eror, maka diperlukan data pengamatan di lapangan yang terdapat informasi tutupan lahan &#13;
di lapangan.       &#13;
Hasil penelitian ini diklasifikasikan sebanyak empat kelas tutupan lahan yaitu hutan &#13;
primer, hutan sekunder, hutan mangrove sekunder, lahan terbuka, savana, &#13;
bandara/pelabuhan, perkebunan, permukiman, pertanian lahan kering, pertanian lahan &#13;
kering campuran, semak belukar, tubuh air, sawah dan tambak. Pengujian akurasi terhadap &#13;
200 titik sampel, sebanyak 174 di antaranya sesuai dengan hasil klasifikasi, menghasilkan &#13;
akurasi klasifikasi tutupan lahan tahun 2025 sebesar 84,77%. Hutan mangrove sekunder &#13;
di kabupaten Aceh Besar dan kota Banda Aceh mengalami kenaikan luas lahan mulai dari &#13;
186,33 Ha pada tahun 2017 berkurang menjadi 164,09 Ha pada tahun 2019, kemudian &#13;
bertambah lagi menjadi 189,53 Ha pada tahun 2022, hingga mencapai puncaknya di angka &#13;
225,35 hektar pada 2025.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708225</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 14:12:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 14:48:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>