<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704917">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMALISASI KEBERLANJUTAN USAHATANI CENGKEH DI KABUPATEN SIMEULUE:</title>
  <subTitle>STUDI PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD CHERYL AMELIN ALSA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Usahatani cengkeh di Kabupaten Simeulue memiliki potensi strategis dalam mendukung perekonomian lokal, namun masih menghadapi tantangan serius terkait aspek keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani cengkeh dengan pendekatan multidimensional, mengidentifikasi atribut pengungkit yang memengaruhi keberlanjutan, serta merumuskan strategi pengelolaan yang optimal. Metode yang digunakan adalah Rapfish-MDS (Rapid Appraisal for Fisheries-Multidimensional Scaling) untuk mengukur tingkat keberlanjutan pada lima dimensi (ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan) serta leverage analysis untuk menentukan atribut kunci yang berpengaruh signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi sosial berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan indeks 51,48, sementara dimensi lainnya berada pada kategori kurang berkelanjutan, yaitu ekologi (36,04), ekonomi (39,05), teknologi (14,49), dan kelembagaan (19,01). Atribut yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan meliputi alih fungsi lahan, peremajaan tanaman, pendidikan petani, akses pasar, dan ketergantungan pada pengumpul. Analisis leverage menegaskan bahwa alih fungsi lahan dan peremajaan tanaman merupakan faktor kritis yang menentukan perubahan status keberlanjutan. Strategi pengelolaan yang disarankan mencakup revitalisasi kelompok tani, peningkatan akses pasar, penerapan teknologi efisien, pengelolaan ekosistem melalui peremajaan tanaman dan konservasi lahan, serta penguatan kapasitas kelembagaan dan penyuluhan kepada petani. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan dan intervensi pembangunan yang mendukung keberlanjutan usahatani cengkeh di Kabupaten Simeulue, dengan prioritas utama pada dimensi teknologi dan kelembagaan yang masih lemah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SPICES - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CLOVE (SPICE)</topic>
 </subject>
 <classification>633.83</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704917</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 20:22:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-25 15:15:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>