<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704351">
 <titleInfo>
  <title>GENETIKA DAN BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN KAKAP (FAMILI:</title>
  <subTitle>LUTJANIDAE) DI PERAIRAN ACEH</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Riska Rahayu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perairan Aceh dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi dan berpotensi besar dalam bidang perikanan, khususnya untuk komoditas ikan kakap (famili Lutjanidae) yang bernilai ekonomi tinggi, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor. Namun, ketersediaan data ilmiah mengenai aspek bioekologi dan genetika beberapa spesies kakap di wilayah ini masih terbatas, padahal informasi tersebut sangat penting untuk mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Terlebih, tingginya tekanan penangkapan, bahkan pada individu yang belum sempat memijah, mengancam kelestarian stok di alam. Informasi penting seperti biologi reproduksi, kebiasaan makan, hubungan panjang-berat, aspek genetik, dan infeksi parasit sangat dibutuhkan sebagai dasar pengembangan teknologi pembenihan, pakan buatan, serta program budidaya laut.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan selama periode Januari 2022 hingga Desember 2024. Analisis data genetik ikan dilakukan menggunakan perangkat lunak MEGA X, dengan metode Maximum Likelihood (ML) berdasarkan model Kimura 2- parameter untuk menghitung divergensi nukleotida. Hubungan genetik antar haplotipe dianalisis melalui pohon filogenetik menggunakan metode ML, dengan tingkat kepercayaan hasil analisis dievaluasi melalui prosedur bootstrap sebanyak 1000 kali replikasi.Hubungan panjang-berat serta faktor kondisi ikan dianalisis menggunakan pendekatan Linear Allometric Model (LAM). Sementara itu, dinamika populasi dianalisis menggunakan perangkat lunak FISAT II (FAO- ICLARM Stock Assessment Tools-II). Aspek kebiasaan makan dianalisis berdasarkan frekuensi kejadian, indeks kepenuhan lambung, panjang saluran pencernaan, serta panjang relatif saluran pencernaan. Untuk aspek biologi reproduksi, data yang dianalisis meliputi tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (GSI), rasio jenis kelamin, ukuran pertama kali matang gonad, serta fekunditas. Selain itu, pengamatan terhadap ektoparasit dilakukan untuk mengevaluasi prevalensi dan intensitas infeksi parasit pada ikan kakap.&#13;
Penelitian ini mengidentifikasi 16 spesies ikan dari famili Lutjanidae berdasarkan analisis DNA barcoding, yaitu: Lutjanus kasmira, L. bengalensis, L. rufolineatus, L. fulvus, L. argentimaculatus, L. lutjanus, L. xanthopinnis, L. lunulatus, L. decussatus, L. russellii, L. fulviflamma, L. johnii, L. gibbus, serta spesies luar genus seperti Pinjalo lewisi, Aphareus rutilans, dan Aprion virescens. Fokus utama penelitian diarahkan pada Lutjanus bengalensis dan Lutjanus lutjanus karena kedua spesies ini paling dominan tertangkap di perairan Aceh. Hasil analisis hubungan panjang-berat menunjukkan bahwa nilai b pada L. bengalensis berkisar antara 0,63–2,59 (rerata 1,90), sedangkan L. lutjanus memiliki rerata b sebesar 1,694, yang menandakan pola pertumbuhan alometrik negatif. Faktor kondisi Fulton memperlihatkan rerata 3,29 (L. bengalensis) dan 3,23 (L. lutjanus), menunjukkan lingkungan masih mendukung pertumbuhan kedua spesies, meskipun keduanya telah menunjukkan indikasi eksploitasi berlebih (overfishing). Analisis kebiasaan makan mengindikasikan bahwa kedua spesies bersifat karnivora. L. bengalensis lebih banyak mengonsumsi kepiting sepanjang tahun, sedangkan L. lutjanus cenderung memilih kerang-kerangan namun meningkatkan konsumsi kepiting pada musim kemarau. Panjang saluran pencernaan yang lebih pendek dari panjang tubuh mendukung karakteristik karnivora, dan tidak ditemukan perubahan pola makan musiman yang signifikan. Analisis diet overlap menunjukkan tumpang tindih makanan yang tinggi antara kedua spesies. Dalam aspek parasitologi, hanya ditemukan satu jenis parasit yaitu Anisakis sp. yang menginfeksi organ rongga perut, gonad, hati, dan otot, dengan organ gonad dan rongga perut sebagai lokasi infeksi utama. Pola infeksi fluktuatif sepanjang tahun, dengan prevalensi tertinggi pada L. bengalensis di bulan Januari dan pada L. lutjanus di bulan Juni. Intensitas infeksi tergolong rendah.&#13;
Pada aspek biologi reproduksi, L. bengalensis menunjukkan rasio kelamin 1:3 (jantan:betina) dan L. lutjanus 1:0,8, menandakan dominasi betina pada keduanya. Puncak musim pemijahan L. bengalensis terjadi pada Januari, dengan musim aktif Oktober–Januari. Sementara L. lutjanus mengalami dua puncak pemijahan, yaitu Januari–Maret dan Juli, dengan puncak tertinggi pada Juli. Ukuran pertama kali matang gonad betina terjadi lebih awal dibandingkan jantan, yaitu 15,46 cm pada L. bengalensis dan 18,36 cm pada L. lutjanus. Fekunditas total meningkat seiring panjang tubuh dengan rata-rata 17.990 butir telur (L. bengalensis) dan 16.427 butir telur (L. lutjanus). Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan spesies kakap secara berkelanjutan berdasarkan pendekatan bioekologi dan genetika untuk konservasi sumber daya laut di Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISHES - CONSERVATION TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LUTJANIDAE</topic>
 </subject>
 <classification>597.72</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704351</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 19:40:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 09:48:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>