<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703987">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS INKONSISTENSI KEBIJAKAN BASAJAN DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DI KOTA BANDA ACEH, SABANG DAN KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. DHANI ARDIANSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembangunan di wilayah Banda Aceh, Sabang, dan Kabupaten Aceh Besar menunjukkan dinamika yang tidak merata. Kerjasama BASAJAN diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk inkonsistensi kebijakan BASAJAN dalam mengatasi permasalahan pembangunan di Kota Banda Aceh, Sabang, dan Kabupaten Aceh Besar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Institusional dengan tiga dimensi utama yaitu regulatif, normatif dan kulturkognitif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menyebutkan bahwa bahwa bentuk inkonsistensi kebijakan BASAJAN dalam mengatasi permasalahan pembangunan di Kota Banda Aceh, Sabang, dan Kabupaten Aceh Besar dari segi regulatif disebabkan oleh ketiadaan SOP teknis, mekanisme pembagian peran yang tidak optimal, serta kesepakatan pendanaan lintas daerah yang tidak mengikat membuat regulasi tidak mampu berfungsi secara konsisten. Dari segi normatif, perbedaan prioritas pembangunan antar daerah dan budaya kerja sektoral birokrasi menghambat konsistensi komitmen, terutama ketika terjadi pergantian kepemimpinan. Sementara itu, dari segi kultural-kognitif, lemahnya identitas kolektif, minimnya branding BASAJAN, dan kurangnya strategi komunikasi publik membuat BASAJAN dipersepsikan sebagai agenda elit birokrasi, bukan gerakan pembangunan lintas daerah yang dimiliki bersama. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa inkonsistensi kebijakan BASAJAN bersumber dari ketidaksesuaian antara regulasi, komitmen politik, dan legitimasi publik. Regulasi yang belum operasional, nilai kolaborasi yang tidak terinternalisasi, serta lemahnya kesadaran masyarakat telah menyebabkan kerja sama ini berjalan tidak konsisten dan cenderung simbolis. Akibatnya, BASAJAN belum mampu secara efektif menjawab permasalahan utama pembangunan, seperti over-urbanisasi di Kota Banda Aceh, stagnasi ekonomi di Sabang, dan pemanfaatan lahan yang belum optimal di Kabupaten Aceh Besar. Oleh karena itu, penguatan ketiga dimensi institusional secara simultan menjadi syarat penting agar BASAJAN tidak hanya berhenti sebagai wacana kolaborasi, tetapi mampu menjadi instrumen strategis untuk mengatasi ketimpangan pembangunan lintas wilayah. &#13;
 &#13;
Kata Kunci : Kerjasama, BASAJAN, Pembangunan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703987</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 13:42:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 15:24:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>