<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702311">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS MINYAK PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) SEBAGAI ANESTESI DALAM TRANSPORTASI SISTEM BASAH BENIH IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) DENGAN KEPADATAN BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT LAURA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, baik dalam memenuhi kebutuhan konsumsi mulai dari dalam negeri hingga luar negeri. Permasalahan yang sering dihadapi oleh pembudidaya ikan kakap putih adalah terjadinya perubahan kualitas air pada wadah pengemasan selama transportasi, seperti turunnya kandungan oksigen pada media air, terjadinya peningkatan karbondioksida yang dapat menyebabkan ikan stres sehingga tingkat keberlangsungan hidup benih ikan menjadi rendah, sehingga diperlukan anestesi salah satunya dengan menggunakan minyak pala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak pala (Myristica fragrans houtt) terhadap benih ikan kakap putih (Lates calcarifer) dengan kepadatan berbeda, dan menentukan jumlah tingkat kepadatan terbaik dalam transportasi tertutup sistem basah. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2025 di lingkungan Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial, terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P1= kepadatan 25 ekor (kontrol) tanpa penambahan minyak pala, P2= kepadatan 25 ekor + 1,0 ppm minyak pala, P3= kepadatan 35 ekor + 1,0 ppm minyak pala, P4= kepadatan 45 ekor + 1,0 ppm minyak pala, dan P5= kepadatan 55 ekor + 1,0 ppm minyak pala dengan lama transportasi 8 jam. Efektivitas penggunaan minyak pala berdampak signifikan (P0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan kakap putih (Lates calcarifer) dengan kepadatan yang berbeda. Presentase nilai tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) tertinggi terdapat pada P4 (kepadatan 45 ekor + minyak pala 1,0 ppm) yaitu sebesar 98,88%. &#13;
&#13;
Kata kunci: Lates calcarifer, minyak pala, kepadatan, tingkat kelangsungan hidup.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISH CULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISH HATCHERIES</topic>
 </subject>
 <classification>639.311</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702311</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-22 11:27:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-22 15:45:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>