<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169771">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KINERJA ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA KEGIATAN COAL HAULING DENGAN MENERAPKAN TEORI ANTRIAN DI PT. MIFA BERSAUDARA, MEUREUBO, ACEH BARAT, ACEH.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MISKA AMALIA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PT Mifa Bersaudara merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara dan memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Meureubo, Aceh Barat. Dalam kegiatan coal hauling, perusahaan menggunakan kombinasi alat mekanis berupa wheel loader Komatsu WA900 dan dumptruck Mercedes Benz Actros 4058S. Pada Februari 2025, produksi batubara sebesar 913.620 BCM dan belum mencapai target yaitu sebesar 1.213.649 BCM. Ketidaktercapaian ini disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah armada alat angkut, yang menyebabkan waktu tunggu meningkat, terjadi antrian, serta rendahnya efisiensi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja alat muat dan angkut, menentukan jumlah optimum alat angkut berdasarkan pendekatan teori antrian, serta memproyeksikan produksi setelah optimasi. Hasil perhitungan efisiensi kerja menunjukkan bahwa sebagian besar unit alat belum mencapai efisiensi minimum 65% sesuai standar Kementerian ESDM. Rata-rata efisiensi wheel loader sebesar 62% dan dump truck sebesar 59%. Selanjutnya, hasil perhitungan dengan pendekatan teori antrian menunjukkan bahwa kebutuhan optimum dumptruck adalah 12 unit untuk kapasitas 110 ton dan 10 unit untuk kapasitas 140 ton, agar tercapai keseimbangan dengan alat muat. Meskipun teori antrian memiliki keterbatasan karena tidak memperhitungkan kombinasi kapasitas dalam satu fleet, pendekatan ini tetap efektif sebagai dasar evaluasi dan optimasi. Dengan penyesuaian jumlah unit dan peningkatan efisiensi, produksi batubara diproyeksikan meningkat menjadi 1.359.642 ton per bulan atau naik 29% dibandingkan produksi aktual. Hasil ini menunjukkan bahwa teori antrian dapat diterapkan secara efektif dalam menganalisis sistem coal hauling di lapangan.&#13;
Kata Kunci: Pengangkutan Batubara, Produktivitas, Teori Antrian, Efisiensi Kerja.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COAL MINING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COAL - PRODUCTION ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>622.334</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169771</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-27 09:02:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-27 10:43:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>