<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168571">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP ETIKA REMAJA DI DESA ILIE KECAMATAN ULEE KARENG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DUANA MENTARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah secara signifikan cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, dan membentuk identitas sosial di era modern. Kemajuan ini melahirkan berbagai platform media sosial yang menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan remaja yang berada pada tahap emerging adulthood, yakni usia 18-24 tahun. Penggunaan Instagram oleh remaja di Desa Ilie tidak hanya mencerminkan tren global, tetapi juga membawa dampak yang kompleks terhadap etika digital mereka. Etika menurut (Bertens 2013) adalah refleksi kritis tentang nilai dan norma moral yang mengarahkan perilaku manusia agar selaras dengan kebaikan bersama. Dalam konteks Aceh, etika mencakup aspek kesantunan, penghormatan terhadap adat istiadat, dan kepatuhan terhadap syariat Islam, yang sering kali diuji oleh kebebasan berekspresi di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan media sosial Instagram terhadap etika remaja di Desa Ilie, Kecamatan Ulee Kareng. Media sosial, khususnya Instagram, menjadi platform yang sangat populer di kalangan remaja untuk mengekspresikan diri dan menjalin komunikasi. Namun, penggunaan yang tidak bijak dapat memengaruhi etika remaja, terutama dalam aspek kejujuran, privasi, dan kesopanan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan orang remaja dari berbagai dusun di Desa Ilie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja telah memahami pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial, meskipun masih ditemukan perilaku yang berpotensi melanggar norma sosial dan agama. Berdasarkan teori Perilaku Sosial Albert Bandura, penggunaan Instagram berpengaruh pada pembentukan sikap dan perilaku remaja, baik positif maupun negatif. Penelitian ini menyoroti pentingnya literasi digital dan peran lingkungan sosial dalam membimbing remaja agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Media Sosial, Instagram, Etika Remaja, Perilaku Sosial, Desa Ilie</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MASS MEDIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ETHICS - TEENAGERS</topic>
 </subject>
 <classification>170.835 1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168571</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 18:48:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-15 10:51:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>