<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167399">
 <titleInfo>
  <title>TATA KELOLA TRANSPORTRASI PENYEBERANGAN MENGGUNAKAN RAKIT KAYU PADA PEMERINTAH ACEH TAMIANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JIHAN PASHANICA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas tentang kondisi transportasi penyeberangan&#13;
menggunakan rakit kayu yang masih digunakan oleh masyarakat di Desa&#13;
Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga saat ini, rakit menjadi satu-satunya&#13;
sarana penyebrangan untuk warga yang ingin menyeberang sungai, baik untuk&#13;
keperluan sehari-hari seperti bekerja, sekolah, maupun mengangkut hasil&#13;
pertanian. Namun, penggunaan rakit ini menyimpan banyak persoalan, terutama&#13;
terkait keselamatan, kenyamanan, dan ketergantungan terhadap kondisi cuaca.&#13;
Ketika sungai meluap, aktivitas warga menjadi terhambat dan anak-anak pun&#13;
kesulitan pergi ke sekolah. Sayangnya, sampai saat ini pemerintah belum&#13;
membangun jembatan sebagai solusi permanen. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
melihat bagaimana tata kelola pemerintah dalam menangani transportasi&#13;
penyeberangan tersebut dan apa saja kendala yang dihadapi dalam pembangunan&#13;
jembatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik&#13;
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti&#13;
mewawancarai pihak-pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, kepala desa,&#13;
akademisi, hingga masyarakat pengguna rakit. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa tata kelola transportasi masih belum maksimal. Pemerintah menghadapi&#13;
sejumlah kendala seperti keterbatasan anggaran, prioritas pembangunan yang&#13;
belum menyasar wilayah pedalaman, bahwa tata kelola penyeberangan&#13;
menggunakan rakit kayu di Desa Sekumur masih belum optimal. Dari sisi suara&#13;
dan akuntabilitas warga, masyarakat merasa aspirasi mereka terkait pembangunan&#13;
jembatan belum ditanggapi serius oleh pemerintah, meskipun telah disampaikan&#13;
berulang kali. Dalam aspek efektivitas pemerintahan, pemerintah daerah&#13;
mengakui bahwa keterbatasan anggaran dan prioritas wilayah menjadi&#13;
penghambat utama pembangunan jembatan. Sementara pada supremasi hukum,&#13;
tidak ada regulasi resmi terkait pengelolaan dan keselamatan operasional rakit,&#13;
sehingga penggunaan rakit berlangsung tanpa perlindungan hukum yang&#13;
memadai. Secara keseluruhan, lemahnya partisipasi warga, keterbatasan respons&#13;
pemerintah, dan absennya regulasi menjadikan tata kelola penyeberangan ini&#13;
belum mencerminkan prinsip good governance serta lemahnya koordinasi antar&#13;
instansi. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah segera membuat kebijakan&#13;
yang lebih berpihak pada masyarakat terpencil, termasuk pembangunan jembatan&#13;
demi keselamatan dan kemudahan akses warga.&#13;
Kata Kunci :Tata Kelola, Rakit Kayu, Transportasi, Desa Sekumur, Aceh Tamiang</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167399</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 13:47:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 15:08:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>