<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167267">
 <titleInfo>
  <title>KONSTRUKSI SOSIAL GAYA BERPAKAIAN DI KALANGAN PEREMPUAN GEN Z (STUDI FENOMENOLOGI DI BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Afifah Syahira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan tren fashion yang berkembang pesat di era digital, turut mempengaruhi cara perempuan Gen Z dalam membentuk dan mengekspresikan dirinya melalui gaya berpakaian, termasuk perempuan Gen Z yang tinggal di Banda Aceh yaitu sebuah kota yang terkenal dengan nilai syariat Islamnya. Dalam realitas ini, perempuan Gen Z di Banda Aceh dihadapkan pada dua kondisi tarik-menarik antara mengikuti tren modern dan tetap menjaga norma berpakaian sesuai norma budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi sosial gaya berpakaian di kalangan perempuan Gen Z di Banda Aceh yang berada dalam kondisi dilema antara dua relaitas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang menggali pengalaman subjektif lima informan perempuan Gen Z di Banda Aceh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang mencakup tiga momen dialektika: eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Gen Z di Banda Aceh yang merasa dalam kondisi tarik-menarik dua realitas ini tergolong dalam kategori moderat adaptif, yakni mampu beradaptasi dengan tren fashion modern tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal. Gaya berpakaian perempuan Gen Z di Banda Aceh dengan kelompok moderat adaptif merupakan hasil dari proses sosial yang kompleks yang  dipengaruhi oleh media sosial, nilai agama, pengalaman keluarga, serta norma budaya yang berlaku. Informan tidak spontan meniru tren yang berkembang, tetapi menyesuaikannya agar tetap sejalan dengan nilai kesopanan dan kehormatan dalam budaya Aceh. Kesadaran ini lahir melalui proses eksternalisasi dari lingkungan sosial, diterima sebagai norma umum (objektivasi), dan akhirnya menjadi bagian dari identitas diri (internalisasi). Penelitian ini mengusulkan agar pihak keluarga, lembaga pendidikan, serta pelaku industri fashion lokal dapat mendorong perempuan muda untuk menciptakan gaya berpakaian yang modis sekaligus mencerminkan nilai lokal. Selain itu, disarankan penelitian lanjutan menggunakan pendekatan kuantitatif guna memperluas cakupan analisis.&#13;
Kata kunci: Konstruksi sosial, Gaya berpakaian, Gen Z, Banda Aceh, Nilai budaya</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167267</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 11:46:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 14:36:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>