<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166313">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK LIMBAH PRODUKSI GARAM DENGAN METODA MEMASAK DAN GEOMEMBRAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nuzuli Wahidin Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengidentifikasi karakteristik bittern atau limbah garam yang dihasilkan dari diproses pembuatan garam dengan metode memasak dan geomembran di Desa Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. Karakteristik limbah garam  diukur berdasarkan konsentrasi unsur, konduktivitas elektrolit, densitas, tingkat keasaman/basa, tingkat kepekatan, dan warna. Metode yang digunakan meliputi analisis komposisi kimia bittern menggunakan AAS, analisis konduktivitas elektrolit menggunakan bentchop meter, metode piknometri untuk densitas, analisis tingkat keasaman/basa larutan menggunakan pH meter, analisis kadar kepekatan menggunakan baume meter, dan analisis warna menggunakan Pt Co (Platinum Cobalt). Hasil uji komposisi kimia menunjukkan bahwa secara umum limbah garam dengan metode memasak  memiliki kadar unsur magnesium, kalium, natrium dan sulfat lebih tinggi dari pada metode geomembran. Hasil uji konduktivitas elektrolit limbah garam geomembran menunjukkan konduktivitas elektrolit lebih tinggi dibandingkan dengan konduktifitas elektrolit larutan limbah garam masak. Hasil uji densitas limbah garam geomembran memiliki densitas lebih tinggi dibandingkan dengan limbah garam memasak. Selanjutnya hasil dari uji kepekatan, tingkat kaasaman basa larutan, dan warna menunjukkan limbah garam masak memiliki  nilai paling tinggi di bandingkan dengan limbah garam geomembran, sehingga dapat disimpulkan bahwa bittern (limbah garam) berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kimia, pupuk, logam, elektrolit baterai, serta agen pengolahan air limbah. Namun, pemanfaatannya memerlukan proses pemurnian agar sesuai standar industri.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Karakteristik bittern, sifat fisis, sifat kimia, komposisi, metode memasak, metode geomembran&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WASTE CONTROL</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BITTERNS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SALTS - CHEMICAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>598.34</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166313</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 10:45:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-29 15:39:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>