<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165515">
 <titleInfo>
  <title>DNA BARCODING IKAN SCOMBRIDAE KOMERSIAL PENTING DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>REEFA AZZAHRA RUDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan famili Scombridae merupakan salah satu kelompok ikan pelagis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi komoditas penting dalam sektor perikanan di Aceh. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), total hasil tangkapan ikan Scombridae di Kota Banda Aceh meningkat dari 12.085 ton pada tahun 2021 menjadi 17.848 ton pada tahun 2022. DNA barcoding merupakan metode molekuler yang efektif untuk mengidentifikasi dan mengelola keanekaragaman hayati, namun studi terkait genetika ikan famili Scombridae di Indonesia melalui pendekatan ini masih jarang dilakukan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ikan famili Scombridae komersial penting di Kota Banda Aceh serta menghasilkan referensi berdasarkan sekuen DNA Mitokondria Cytochrome Oxidase Subunit I (COI). Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 - Juni 2025. Sebanyak 40 sampel ikan Scombridae berhasil dikoleksi dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, Lampulo, Kota Banda Aceh, Aceh. Seluruh sampel berhasil disekuensing dengan panjang 639 base pairs (bp). Sebanyak delapan spesies ikan berhasil diidentifikasi yaitu Auxis rochei, Auxis thazard, Euthynnus affinis, Katsuwonus pelamis, Rastrelliger brachysoma, Rastrelliger faughni, Rastrelliger kanagurta, dan Thunnus albacares. Jarak genetik intraspesies berkisar antara 0,1–1%, sedangkan jarak antarspesies tertinggi mencapai 19,118%. Analisis jarak genetik dan pohon filogenetik menunjukkan spesies dengan kekerabatan paling dekat adalah Auxis rochei dan Auxis thazard dengan nilai 2,818%. Berdasarkan International Union for Coservation of Nature and Natural Resources (IUCN)  Red List, enam spesies berada pada kategori Least Concern diantaranya Auxis rochei, Auxis thazard, Euthynnus affinis, Katsuwonus pelamis, Rastrelliger kanagurta, dan Thunnus albacares dan dua spesies lainnya tergolong Vulnerable yaitu Rastrelliger brachysoma dan Rastrelliger faughni. Hasil penelitian ini memberikan data dasar penting bagi pengelolaan dan konservasi ikan Scombridae di wilayah Banda Aceh.&#13;
&#13;
Kata kunci: DNA barcoding, COI, Scombridae, Kota Banda Aceh, filogenetik, IUCN.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165515</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 10:58:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 11:11:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>