<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164829">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN ETLINGERA ELATIOR JACK. SEBAGAI ANTIKANKER PAYUDARA PADA MENCIT (MUS MUSCULUS L.) YANG DI INDUKSI 7,12-DIMETILBENZ(α)ANTHRACENE (DMBA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JAZILA KHAIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecombrang (Etlingera elatior (Jack.), tanaman dari famili Zingiberaceae, dikenal mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak etanol daun E. elatior dalam menghambat perkembangan kanker payudara secara in vivo pada mencit betina (Mus musculus L.) yang diinduksi dengan senyawa karsinogenik 7,12-Dimetilbenz(α)Anthracene (DMBA). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam kelompok perlakuan, yaitu kontrol, kontrol negatif (DMBA), serta perlakuan dengan dosis ekstrak etanol E. elatior 125 mg/KgBB, 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, dan 1000 mg/KgBB. Parameter yang diamati meliputi perubahan fisik mencit, gejala klinis, dan mortalitas mencit akibat paparan DMBA. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dosis 500 mg/KgBB paling efektif dalam mempertahankan berat badan dan menekan gejala toksisitas. Secara klinis, mencit yang terpapar DMBA mengalami peningkatan agresivitas, penurunan kemampuan motorik, kerontokan rambut, dan perubahan warna feses. Sementara itu, data mortalitas menunjukkan bahwa peningkatan dosis DMBA terhadap mencit secara signifikan menurunkan ketahanan terhadap efek toksik DMBA. Kesimpulannya, ekstrak etanol daun E. elatior menunjukkan potensi sebagai agen antikanker payudara</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164829</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 12:40:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 15:30:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>