<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164413">
 <titleInfo>
  <title>KONTRIBUSI HHBK TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR HUTAN DI DESA PULO LHOIH KECAMATAN GEUMPANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Syahrul Arazi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kawasan Hutan Geumpang adalah kawasan hutan lindung yang terletak di Kabupaten Pidie, Aceh. Hutan Pidie memiliki kawasan hutan lindung seluas 185.414 ha, hutan produksi seluas 43.663 ha yang merupakan sumber air untuk keberlangsungan hidup hayati dan sumber ekonomi masyarakat. Pengaruh kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan terhadap hutannya mencakup berbagai kehidupan, berupa ketergantungan ekonomi, kawasan buru untuk kebutuhan protein, areal perladangan dan perkebunan, bahan bangunan, dan fungsi lain yang berhubungan dengan kelembagaan sosial tradisional di masyarakat. Kawasan hutan memiliki potensi yang sangat besar pada pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan berperan penting bagi masyarakat dalam meningkatkan ekonomi untuk kesejahteraan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial, ekonomi serta ingin menganalisis seberapa besar kontribusi HHBK bagi para petani di Desa Pulo Lhoih, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025 di Desa Pulo Lhoih Kecamatan Geumpang. Pengumpulan data pada penelitian dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada para petani yang di pilih dengan menggunakan metode random sampling dengan batasan sampel pada penelitian berjumlah 24 responden. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek kondisi sosial, tingkat pendidikan responden paling tinggi berada pada jenjang SMP dengan persentase sebesar 50%, sementara tingkat pendidikan paling rendah terdapat pada kategori tidak tamat SD dan S1 masing-masing sebesar 4,17%. Jumlah tanggungan keluarga tertinggi berada pada kategori 1 hingga 3 orang dengan persentase 66,67%, sedangkan tanggungan terendah pada kategori 6 hingga 8 orang yaitu sebesar 4,17%. Pada aspek kesehatan, 50% responden memiliki riwayat penyakit, dan sisanya tidak memiliki riwayat penyakit. Luas bangunan rumah terbesar berada pada kategori 50–80 m² dengan persentase 63%, sedangkan kategori terluas (&gt;150 m²) hanya dimiliki oleh 4% responden. Semua responden tinggal di rumah milik sendiri. Jenis bangunan terbagi dari 2 jenis saja, yaitu bangunan permanen dengan jumlah responden 62% dan semi permanen dengan jumlah responden 38%. Fisik bangunan terbanyak menggunakan material bata (34%), sedangkan kombinasi beton dan bata merupakan yang paling sedikit digunakan (8%). Pada jenis lantai, mayoritas responden menggunakan lantai semen dengan persentase sebesar 79%, sedangkan penggunaan lantai kayu paling rendah dengan persentase 4%. Untuk kondisi ekonomi, sebagian besar petani memiliki aset berupa sepeda motor dengan persentase 87,5%, idan kepemilikan terbanyak adalah satu unit sepeda motor dengan persentase 45,83%. Rentang pendapatan bulanan terbesar berada pada kisaran Rp2,5–3,5 juta dengan persentase sebesar 41,67%, sedangkan pendapatan di atas Rp5 juta menjadi yang paling sedikit dengan persentase 8,33%. Adapun pada aspek kontribusi HHBK, dari 24 responden, terdapat 14 petani yang memanfaatkan HHBK. Sebanyak 50% dari mereka hanya memanfaatkan satu jenis HHBK, dengan jenis yang paling banyak dimanfaatkan adalah kopi (79%). Rentang pendapatan tertinggi dari pemanfaatan HHBK berada pada kategori Rp1,1–2 juta per bulan dengan persentase 35,71%, sedangkan pendapatan tertinggi dari HHBK pada kategori di atas Rp2 juta hanya mencapai 7,14%.&#13;
Kata Kunci : HHBK, Ekonomi, Kondisi Sosial, Petani, Responden, Pulo Lhoih, Kopi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164413</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 16:55:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 00:04:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>