<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163895">
 <titleInfo>
  <title>INVENTARISASI JENIS MAMALIA DI KAWASAN STASIUN PENELITIAN SUAQ BELIMBING KECAMATAN KLUET SELATAN KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DEFAYA NAFZA YUVITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mamalia merupakan salah satu jenis satwa yang sebarannya sangat luas di Indonesia. &#13;
Mamalia mempunyai beberapa keistimewaan baik dalam fisiologi, susunan saraf dan tingkat &#13;
intelegensinya. Berdasarkan ukurannya, mamalia dibagi menjadi mamalia kecil dan mamalia &#13;
besar. Walaupun mamalia memiliki perbedaan ukuran tubuh, akan tetapi satwa ini tidak &#13;
memiliki perbedaan dalam memainkan perannya di dalam kawasan hutan. Mamalia mempunyai &#13;
peran penting pada jaring makanan dari hampir setiap ekosistem. Peran mamalia tidak hanya &#13;
itu, dalam pengelolaan suatu ekosistem hutan, mamalia juga memiliki peran yang penting yakni &#13;
sebagai pengendali hama, penyerbuk bunga serta pemencar biji. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengetahui jenis mamalia, indeks keanekaragaman, indeks kekayaan dan indeks kemerataan di &#13;
Stasiun Penelitian Suaq Belimbing. &#13;
Penelitian ini dilakukan pada tiga jenis tipe habitat, yaitu habitat riparian, habitat rawa &#13;
dan habitat terestrial kering. Penelitian dilakukan dengan metode pengamatan secara langsung &#13;
dan tidak langsung menggunakan transek permanen yang telah ditetapkan pada Stasiun &#13;
Penelitian Suaq Belimbing. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan metode kombinasi &#13;
yaitu metode eksplorasi dan menggunakan metode transek jalur (strip transect).  &#13;
Hasil inventarisasi jenis mamalia di Stasiun Penelitian Suaq Belimbing ditemukan jenis &#13;
mamalia sebanyak 14 jenis. Pada habitat riparian ditemukan jenis mamalia monyet ekor panjang &#13;
(Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestrina), lutung kelabu (Trachypithecus cristatus), &#13;
kedih (Presbytis thomasi), siamang (Symphalangus syndactylus), tupai akar (Tupaia glis), &#13;
jelarang hitam (Ratufa bicolor), jelarang bilalang (Ratufa affinis), berang-berang cakar kecil &#13;
(Aonyx cinerea), pada habitat rawa jenis mamalia yang ditemukan adalah monyet ekor panjang &#13;
(Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestrina), lutung kelabu (Trachypithecus cristatus), &#13;
kedih (Presbytis thomasi), siamang (Symphalangus syndactylus), owa serudung (Hylobates lar), &#13;
tupai akar (Tupaia glis), jelarang hitam (Ratufa bicolor), jelarang bilalang (Ratufa affinis), &#13;
bajing kelapa (Callosciurus notatus), orang utan sumatra (Pongo abelii), dan musang &#13;
(Arctogalidia trivirgata), sedangkan pada habitat terestrial kering jenis mamalia yang &#13;
ditemukan adalah kedih (Presbytis thomasi), orang utan sumatra (Pongo abelii) dan harimau &#13;
sumatra (Panthera tigris sumatrae). Nilai indeks keanekaragaman jenis mamalia di Stasiun &#13;
Penelitian Suaq Belimbing pada habitat riparian 1,42 dan rawa 2,02 (kriteria sedang), sedangkan &#13;
pada habitat terestrial kering dengan nilai 0,54 (kriteria rendah). Nilai indeks kekayaan jenis &#13;
mamalia di Stasiun Penelitian Suaq Belimbing tergolong dalam kriteria rendah (habitat riparian &#13;
1,65, rawa 2,63 dan terestrial kering 0,78). Nilai indeks kemerataan jenis mamalia di Stasiun &#13;
Penelitian Suaq Belimbing pada habitat riparian 0,65 dan rawa 0,81 (kriteria tinggi). Akan &#13;
tetapi, pada habitat terestrial kering nilai indeks kemerataannya 0,49 (kriteria sedang).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MAMMALS</topic>
 </subject>
 <classification>599</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163895</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 10:09:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-21 09:42:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>