<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163295">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS PETROGRAFI BATUAN SEDIMEN DI DAERAH KECAMATAN PEUDADA, KABUPATEN BIREUEN, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZAKI DWIPA ANUGRAH LYEN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lokasi penelitian memiliki luasan area pemetaan ± 5 x 5 km² yang terletak di sekitar Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Secara geografis lokasi penelitian terletak pada titik koordinat  96°32’50,80” - 96°35’32,20” BT dan 5°6’53,90” - 5°9’30,90” LU. Berdasarkan peta geologi regional lembar Lhokseumawe, daerah penelitian terdiri dari empat formasi yaitu Formasi Baong (Tmb), Formasi Keutapang (Tuk), Formasi Sereula (Tps) dan Alluvium (Qh) (Bennett dkk., 1981). Lokasi penelitian ini diambil karna terdiri dari formasi batuan sedimen yang akan menjadi subjek penelitian ini. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi litologi dan bentang alam, penamaan batuan dan karakteristik batuan sedimen pada lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi dan analisis sayatan tipis (thin section) untuk melihat kenampakan batuan secara mikroskopis meliputi komposisi mineral dan tekstur batuan. Hasil yang dicapai dari penelitian ini terdapat 6 satuan geomorfologi yaitu, satuan geomorfologi struktural S8, satuan geomorfologi S1, satuan geomorfologi denudansional D3, satuan geomorfologi D5, satuan geomorfologi fluvial F4 dan satuan geomorfologi F1. Kondisi litologi pada lokasi penelitian terdiri dari 7 litologi yaitu serpih, batulanau, batupasir baong, konglomerat, batulumpur, batupasir seureula dan endapan aluvial. Karakteristik batuan sedimen pada lokasi penelitian cukup bervariasi yaitu, serpih yang disusun oleh kuarsa, opak dan mariks. Batulanau yang disusun oleh kuarsa, opak dan matriks. Batupasir baong yang disusun oleh mineral fosil, kuarsa, feldspar, opak, lithik, semen dan matriks. Batulumpur yang memiliki penyusun kuarsa, feldspar, hornblende, opak dan matriks. Batupasir seureula memiliki penyusun mineral kuarsa, hornblende, opak, feldspar, lithik, semen dan matriks.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163295</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 11:52:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 15:20:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>