PERAN BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN SABANG DALAM MEMAJUKAN PULO ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN SABANG DALAM MEMAJUKAN PULO ACEH


Pengarang

RACHMAT CHALIDI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Effendi Hasan - 197510012009121005 - Dosen Pembimbing I
Iqbal Ahmady - 199104292019031015 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1810103010053

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas llmu Sosial dan Politik (S1)., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pembangunan kawasan Pulo Aceh menghadapi berbagai permasalahan, di antaranya aksesibilitas kawasan yang belum memadai dan terkendalanya masalah air bersih saat musim kemarau. Masalah akses ke wilayah Pulo Aceh dan masalah air bersih menyebabkan sulitnya akses kekawasan dan juga sulitnya masyarakat mendapatkan air besih saat musim kemarau hai ini berdampak pada keberlanjutan di Pulo Aceh. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan peran Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Pulo Aceh serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi. Konsep Pembangunan Berkelanjutan dan konsep peran digunakan dalam penelitian, Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca E-book, Peraturan perundang-undangan,dan bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini, dan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai informan penelitian dan observasi. Data yang di peroleh dari wawancara direduksi sesuai fokus, dilakukan penyajian data, lalu di tarik kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran BPKS dalam pembangunan berkelanjutan di Pulo Aceh telah dilaksanakan secara bertahap melalui pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan aksesibilitas, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan. Meski demikian, peran tersebut belum optimal sebagai penggerak transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan. BPKS berkontribusi dalam sosial,ekonomi, dan lingkungan meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, lemahnya manajemen, serta koordinasi kelembagaan. Oleh karena itu, BPKS disarankan untuk memperkuat perencanaan strategis, meningkatkan kapasitas tata kelola, dan mengoptimalkan pembiayaan alternatif guna mendorong pembangunan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat Pulo Aceh.

Kata Kunci: BPKS, Pembangunan berkelanjutan, Pulo Aceh

The development of the Pulo Aceh region faces several challenges, including inadequate accessibility and limited availability of clean water during the dry season. These problems hinder access to the area and make it difficult for residents to obtain clean water, ultimately affecting the sustainability of Pulo Aceh. This thesis aims to explain the role of Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) in supporting sustainable development in Pulo Aceh and to identify the obstacles it faces. The study adopts the concepts of sustainable development and institutional roles. Data were obtained through literature review and field research. The literature review involved analyzing e-books, legislation, and other relevant documents, while field research was conducted through interviews with informants and direct observation. The data were then reduced, presented, and analyzed to draw conclusions. The findings show that BPKS has gradually carried out its role in sustainable development through basic infrastructure development, improved accessibility, and stakeholder coordination. However, its role is not yet optimal as a driver of social, economic, and environmental transformation. Although BPKS contributes to these sectors, it faces constraints such as limited funding, weak management, and insufficient inter-agency coordination. Therefore, it is recommended that BPKS strengthen its strategic planning, enhance institutional governance, and optimize alternative financing mechanisms to promote sustainable development with tangible benefits for the people of Pulo Aceh. Keywords: BPKS, Sustainable development, Pulo Aceh

Citation



    SERVICES DESK