<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162971">
 <titleInfo>
  <title>EXPLORING LOCAL WISDOM IN THE FIGURATIVE LANGUAGE IN THE RANDAI PROCESSION OF ANEUK JAMEE WEDDING CEREMONIES; AN ANTHROPOLINGUISTIC STUDY.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wafa Dhina Aliyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas kip (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga merupakan bagian integral dari budaya. Dalam konteks tradisi, khususnya tradisi lisan, bahasa memainkan peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai sosial, norma, dan kearifan lokal yang diyakini dan diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tradisi lisan Randai dalam upacara pernikahan Aneuk Jamee, dengan fokus pada nilai-nilai kearifan yang terkandung di dalamnya serta perannya sebagai media penyampai kearifan lokal. Berasal dari budaya Minangkabau dan mengalami akulturasi dengan adat Aceh, tradisi Randai mengandung nilai-nilai kebahasaan, peribahasa, dan gaya bahasa kiasan. Penelitian ini dilakukan di Desa Ladang, Aceh Selatan, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan antropolinguistik, melalui observasi, pencatatan, dan wawancara mendalam dengan para tetua adat. Analisis mengidentifikasi beberapa nilai kearifan lokal yang terdapat dalam proses pertunjukan Randai, antara lain nilai kesopanan, solidaritas sosial, keharmonisan, komitmen, berpikir positif, dan kedisiplinan. Nilai-nilai ini diungkapkan melalui penggunaan metafora, litotes, hiperbola, dan paradoks yang tertanam dalam bait-bait Randai tradisional. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa dalam kehidupan masyarakat bukan hanya sebagai alat komunikasi antar sesama, tetapi juga sebagai sarana penyebaran moral dan media edukasi bagi masyarakat. Selain itu, penggunaan gaya bahasa bukan semata-mata sebagai bentuk estetika, tetapi juga membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih bermakna. Melalui gaya bahasa, nilai-nilai disampaikan secara lebih sopan dan dapat diterima oleh audiens. Nilai-nilai ini diyakini menjadi pedoman atau prinsip hidup bagi individu dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat dalam komunitas Aneuk Jamee.&#13;
&#13;
Kata kunci : randai, tradisi lisan, Aneuk Jamee, kearifan lokal&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162971</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 17:07:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 09:10:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>