<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161505">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS HIDRAULIKA ALIRAN SUNGAI KRUENG KEUREUTO DENGAN MENGGUNAKAN MODEL RNHEC-RAS 6.5</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Della Amelia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sungai Krueng Keureuto yang airnya dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, memiliki potensi banjir berulang dengan dampak kerugian yang sangat tinggi. Untuk mengurangi dampak kerugian akibat potensi banjir berulang, penelitian ini bertujuan mendapatkan profil muka air Sungai Krueng Keureuto yang terkalibrasi dengan data hidrometri dan luas genangan banjir menggunakan aplikasi HEC-RAS 6.5. Pemodelan didasarkan pada analisis hidrologi, analisis debit aliran dasar menggunakan rumus pendekatan Kraijenhoff van der Leur (1967), serta analisis debit banjir rencana dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Berdasarkan hasil analisis didapatkan debit banjir rencana untuk periode ulang Q2, Q5, Q10, Q25 dan Q50 berturut-turut sebesar 178.4 m³/detik, 295.1 m³/detik, 393.3 m³/detik, 458.6 m³/detik, 536.6 m³/detik. Simulasi steady flow menghasilkan kedalaman aliran sebesar 2.55 meter dengan selisih sebesar 5.5% terhadap kedalaman aliran hidrometri. Sementara itu, simulasi unsteady flow menunjukkan peningkatan kedalaman aliran maksimum sungai seiring bertambahnya periode ulang, dari 7.16 meter pada Q2 hingga 10.66 meter Q50. Luas genangan banjir juga menunjukkan peningkatan, mulai dari 379.889 hektar pada Q2 hingga 939.882 hektar pada Q50, dengan wilayah terdampak mencakup Kecamatan Tanah Luas dan Paya Bakong. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa wilayah penelitian memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk memitigasi resiko banjir yang mungkin terjadi, baik melalui peningkatan infrastruktur pengendali banjir, perencanaan tata ruang yang adaptif, maupun peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161505</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 12:17:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 14:02:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>