<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161175">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POLA SIRKULASI INFORMAL RUANG LUAR PADA LINGKUNGAN RUANG KULIAH UMUM UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. SAID MUHAMMAD AQIL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perencanaan sirkulasi di lingkungan kampus memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran aktivitas akademik dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sirkulasi informal yang terbentuk di ruang luar kawasan Ruang Kuliah Umum Universitas Syiah Kuala serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Jalur informal, atau desire lines, merupakan jalur tidak resmi yang terbentuk akibat kebiasaan pengguna dalam memilih rute tercepat dan paling efisien berdasarkan kebutuhan waktu dan jarak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuisioner, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sirkulasi informal terbentuk karena adanya ketidaksesuaian antara desain jalur formal dan kebutuhan aktual pengguna ruang. Faktor-faktor utama yang memengaruhi terbentuknya jalur informal meliputi efisiensi waktu dan jarak, kenyamanan fisik jalur, persepsi pengguna terhadap aksesibilitas, serta pengaruh sosial dari kebiasaan kolektif. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan arsitektur perilaku dan teori perilaku terencana dalam memahami interaksi antara manusia dan ruang. Implikasinya, hasil penelitian dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan ulang jalur pedestrian kampus yang lebih adaptif dan responsif terhadap perilaku nyata pengguna, guna menciptakan lingkungan kampus yang lebih efektif, efisien, dan manusiawi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161175</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 05:30:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 08:34:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>