<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159025">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KINERJA DINAS KESEHATAN DALAM UPAYA MENGURANGI PENINGKATAN ANGKA STUNTING DIRNKECAMATAN BIES KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairunnisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Konsumsi zat nutrisi yang tidak kuat dianggap sebagai masalah ekologi yang tidak hanya karena kekurangan ketersediaan pangan dan zat gizi tertentu, tetapi juga dipengaruhi oleh kemiskinan, dan sanitasi lingkungan yang buruk ketidaktahuan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi kinerja Dinas kesehatan Kabupaten Aceh Tengah dalam penanggulangan stunting di kecamatan Bies dan untuk mengetahui faktor penghambat yang mempengaruhi kualitas kinerja Dinas kesehatan Kabupaten Aceh Tengah dalam penanggulangan stunting di Kecamatan Bies, Penelitian ini menggunakan teori evaluasi kinerja menurut Suranto. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Dinas Kesehatan telah melaksanakan berbagai program untuk mengatasi permasalahan stunting, seperti pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan pemantauan kesehatan ibu dan anak. Namun, efektivitas program ini masih perlu ditingkatkan karena adanya keterbatasan sumber daya manusia, dana dan sarana prasarana. Selanjutnya terdapat kurangnya transparansi terkait alokasi dan penggunaan dana yang bersumber dari desa untuk program stunting. Hal ini mengakibatkan ketidakpastian dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Diharapkan pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mampu mengevaluasi beberapa aspek untuk meningkatkan efektivitas program penanganan stunting seperti mengidentifikasi kebutuhan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan khususnya para Kader posyandu, dan memeriksa kelengkapan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Posyandu, dan alat ukur pertumbuhan balita, lalu Pemerintah perlu mengevaluasi bagaimana dana desa dialokasikan dan digunakan untuk program stunting. Dengan evaluasi ini, diharapkan Dinas Kesehatan mampu merumuskan kebijakan yang lebih baik, meningkatkan kualitas pelayanan dan mempercepat upaya penurunan stunting di kecamatan Bies.&#13;
Kata Kunci: Gizi, Stunting, Evaluasi Kinerja, Aceh Tengah</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159025</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 15:39:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 15:42:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>