<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154855">
 <titleInfo>
  <title>INVESTIGASI PARAMETER SEISMIK DAN MODEL KECEPATAN YANGRNSESUAI UNTUK LOKALISASI OTOMATIS GEMPA LOKAL DAN REGIONAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DINDA ROSALIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penentuan lokasi gempa yang akurat sangat penting dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi serta dalam studi aktivitas sesar. Namun, berbagai faktor dapat mempengaruhi keakuratan lokalisasi, di antaranya adalah parameter deteksi seperti STA/LTA dan model kecepatan gelombang seismik yang digunakan. Kesalahan dalam pemilihan parameter tersebut dapat menyebabkan ketidakakuratan dalam estimasi lokasi gempa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh parameter STA/LTA dan model kecepatan 1D terhadap hasil lokalisasi otomatis gempa lokal dan regional. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data gempa Aceh Besar 21 Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai STA/LTA berpengaruh terhadap ketepatan lokasi gempa. Untuk gempa lokal, nilai STA 2 second dan LTA 80 second memberikan hasil paling optimal, sementara untuk gempa regional nilai STA 3 second dan LTA 100 second lebih sesuai. Selain itu, perbandingan tiga model kecepatan (IASP91, AK135, dan AcehSeis) menunjukkan bahwa perbedaan model kecepatan dapat menghasilkan variasi lokasi episenter hingga sekitar 2,3 km secara horizontal dan 6 km secara vertikal (kedalaman). Model kecepatan lokal AcehSeis memberikan hasil lokasi yang paling akurat baik untuk gempa lokal maupun regional terindikasi dari nilai RMS yang jauh lebih kecil dan letak gempa bersesuaian dengan lineasi patahan. Dengan demikian, pemilihan parameter STA/LTA dan model kecepatan yang tepat merupakan hal krusial dalam proses penentuan lokasi gempa. Untuk studi gempa bumi lokal, disarankan menggunakan model kecepatan lokal agar estimasi lokasi gempa menjadi lebih akurat dan dapat mendukung langkah mitigasi yang lebih efektif.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Lokalisasi gempa bumi, Model kecepatan, STA/LTA (Short-Term Average/Long-Term Average) &#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154855</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-25 11:17:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-25 11:20:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>