<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154463">
 <titleInfo>
  <title>ESTIMASI KETEBALAN ALUVIUM DI CEKUNGAN KRUENG ACEH MENGGUNAKAN METODE MAGNETOTELLURIK 1D</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fajrul Hani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cekungan Krueng Aceh merupakan suatu dataran rendah yang meliputi kawasan urban Banda Aceh dan Aceh Besar. Cekungan ini didominasi oleh sedimen aluvium muda dan secara geologi berbatasan langsung dengan segmen Aceh serta segmen Seulimeum. Bahaya gempabumi dapat memperparah efek kerusakan di daerah yang didominasi aluvium. Untuk itu diperlukan kajian-kajian untuk mengurangi risiko bencana gempabumi di wilayah tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan kajian untuk memperkirakan ketebalan aluvium dengan menggunakan metode magnetotellurik 1D. Proses akuisisi data dilakukan selama 14 jam menggunakan instrumen KMS-820. Data yang diperoleh dalam bentuk time series diubah menjadi data domain frekuensi untuk dilakukan analisis data secara kualitatif, kemudian pemodelan data menggunakan software IPI2WIN MT. Hasil dari penelitian ini, diperoleh nilai resistivitas bawah permukaan dengan rentang nilai 13,9 – 134,86 Ωm yang diinterpretasikan sebagai material lempung, pasir, dan kerikil, penyusun dari formasi aluvium dengan kedalaman 20 m hingga -400 m serta estimasi ketebalan ±420 m. Sedangkan nilai resistivitas 914,22 Ωm diduga sebagai formasi batupasir-konglomerat dari periode Tersier yang berada di bawah formasi aluvium hingga kedalaman -1000 m.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154463</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 10:12:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 11:46:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>