<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150773">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN JAMUR ANTAGONIS GLIOCLADIUM ROSEUM SEBAGAI AGEN PENGENDALI HAYATI SCLEROTIUM ROLFSII PADA TANAMAN  KEDELAI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tjut Chamzurni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2003</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>TAUT CHAMZURNI   Pemanfaatan Jamur  Antagonis Gliocladram roseum  Sebagai Agen   Pengendahi   Hayati   Sclerotrum rolfsii   Pada  Tanaman   Kedelai    (di   bawah bimbingan Lukman Hakim, sebagai ketua dan Sufardi  Umar, sebagai anggota)&#13;
          Salah satu  usaha dalam meningkatkan  produksi pangan  adalah pengendalian hama dan penyakit secara terpadu Konsep Pengendalian  Hama Terpadu  (PHT) yang berwawasan lingkungan diharaplan dapat  mengendahikan  hama dan penyakit sasaran seoptimal  mungkin     Salah  satu  dani aspek  tekmik dalam   PHT adalah  komponen hayati     Pengendalian    secara   hayati    sangat    menjanjikan    keberhasilannya  dan membenikan    kelangsungan    hidup    mikroorganisme   tanah    secara   berkelanyutan Pemanfaatan  agen   antagonis  dapat  mengendahikan   penyebab   penyakit,  khususnya terhadap  pathogen tular tanah  (sol borne pathogen).   Pemanfatan  bahan organik dan pemberian     pupuk     kalium     pada     media     pertumbuhan   dapat     meningkatk.an perkembangan  antagomis  dan  meningkatkan  ketahanan  tanaman   Dani resultante ketiga faktor  tersebut diharapkan depat meningkathan produksi  tanaman&#13;
          Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh bahan organik  dan pupuk kalium  dalam  memingkatkan  aktrvitas  jamur  G.  roseum   dalam  menekan   serangan S  rolfsii pada  tanaman   kedelai    Penelitian  ini  dilaksanakan  di  desa   Lambhuk, Kecamatan  Ulee   Kareng,   Banda Aceh,   dengan   ketinggian   3  m  dpl    Penelitian dilaksanakan  sejal Januan-Mei 2002&#13;
          Penelitian dirancang dengan  menggunakan Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL) Faktorial 2x2x4  terdini dani tiga  faktor yaitu  pemberan antagonis (GI)  dan  tar.pa antagonis (G0),   pemberian bahan   organik (BI)  dan  tanpa  bahan   organic  (B0), pemberian  pupuk kalium dosis.  0 g(K0), 0,2  g(KP), 0,4 (K2),  dan 0,6  g(K3) per pot schingga terdapat I6 kon bunasi perlakuan  yang diulang sebanyak tiga kali&#13;
          Peubah yang   diamati    mehiputi    persentase   perkecambahan   benih,  masa inkubasi jamur S rolfsii,  panjang  pangkal  batang  yang berubah warna, tinggi tanaman pada umur  14,  28,  dan  42  HST,  bobot biji kering  per tanaman, jumlah  polong  per tanaman, jumlah bintil  akar efektif, dan serapan kalium&#13;
          Hasil  penelitian menunjukkan bahwa pemberian jamur antagonis G  roseum, bahan  organik dan pupuk  kalium  secara tunggal berpengaruh sangat  nyata terhadap semua  peubah   yang  diamati     Interaksi   antara  G.  roseum,  bahan organik,  pupuk kalium  berpengaruh  tidak   nyata  terhadap persentase  perkecambahan  benih,  tinggi tanaman   14   HST,   jumlah  polong  per  tanaman,  dan  serapan  kalium   Sedangkan terhadap peubah  lainnya  memberikan  pengaruh  yang sangat  nyata  dan  interaksi ke tiga faktor yang  dicobakan  &#13;
          Untuk  semua perlakuan yang diobakan  interaksi terhal  adalah  pembenan G  roseum secbanyak I2  kg  substrat/pot,  bahan  organik   sebanyak   I50  gpot dan pupuk  kalium  0,4  g/'pot terhadap  tingg  tananam, masa inkubasi,  panjang  perubahan warna pada pangkal  batang, tinggi  tanaman pada 28 dan 42 HST, dan  bobot kering bij  per tanaman, dan jumah bintl  akar efektif&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150773</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-10 11:40:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-10 11:40:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>