<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150089">
 <titleInfo>
  <title>KLASIFIKASI  WARNA AIR ALAMI BERDASARKAN SKALA FOREL-ULE DENGAN PENGEMBANGAN METODE TWO-STAGE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANINDYA FITRI SYAHRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mendeteksi masalah potensial dalam klasifikasi citra air yang diambil dengan kamera biasa adalah tugas yang menantang karena kemiripan visual antara setiap kelas, fitur tekstur kontras yang rendah, akuisisi citra dengan sudut dan penempatan kamera yang berbeda, dan adanya masalah objek lain. Penelitian ini akan melakukan identifikasi dan klasifikasi warna badan air otomatis dengan pendekatan Two-Stage Convolutional Neural Network (CNN). Proses diawali dengan teknik preprocessing data menggunakan kombinasi algoritma K-Means Clustering dan CIEDE2000, yang berhasil mengurangi data tidak relevan dan memperjelas decision boundary antar kelas. Pendekatan ini memungkinkan proses klasifikasi warna air dilakukan dengan lebih akurat. Arsitektur Two-Stage CNN yang dikembangkan terdiri dari dua tahap klasifikasi dengan hyperparameter learning rate 0,0001, batch size 32, dan jumlah layer yang berbeda pada masing-masing model. Tahap pertama mengelompokkan data ke dalam lima kelas utama (superkelas): A, B, C, D, dan E, dengan tingkat akurasi 91%. Pada tahap kedua, setiap kelas utama diklasifikasikan lebih lanjut menjadi beberapa kelas turunan (subkelas) sesuai skala Forel-Ule. Kelas A terdiri dari 5 kelas turunan (skala 1-5) dengan akurasi 89%, kelas B terdiri dari 4 kelas turunan (skala 6-9) dengan akurasi 89%, kelas C terdiri dari 4 kelas turunan (skala 10-13) dengan akurasi 87%, kelas D terdiri dari 4 kelas turunan (skala 14-17) dengan akurasi 78%, dan kelas E terdiri dari 4 kelas turunan (skala 18-21) dengan akurasi 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Two-Stage CNN ini efektif dalam membedakan data secara rinci pada dataset multikelas dan dapat diandalkan untuk analisis warna air alami secara lebih spesifik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>NEURAL NETWORKS (COMPUTER SCIENCE)</topic>
 </subject>
 <classification>006.32</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150089</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-14 08:58:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-14 09:54:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>