<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148755">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS PELARUT DAN TEMPERATUR PADA PROSES       EKSTRAKSI     OLEORESIN   JAHE       MENGGUNAKAN        BANTUAN GELOMBANG    ULTRASONIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Susanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jahe merupakan  salah satu tanaman rempah-rempah  yang telah lama dikenal,  memiliki berbagai  manfaat  diantaranya sebagai  bumbu  masak,  pemberi  aroma  dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman serta banyak diperdagangkan  baik pada pasar tradisional maupun pasar internasional.  Perdagangan jahe  ini biasanya dalam bentuk jahe segar, jahe  bubuk, jahe kering dan awetan jahe. Disamping  itu juga  terdapat  hasil olahan yang  lebih  lanjut dari jahe adalah  minyak  atsiri  (minyak jahe)  dan  oleoresin.  Minyak  atsiri diperoleh dengan cara penyulingan, sedangkan oleoresin diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan  pelarut  organik  tertentu.  Pelarut  organik  yang  biasanya  digunakan  antara  lain alkohol (etanol dan metanol), aseton, etilen diklorida, isopropanol dan lain-lain (Koswara, 1995). Oleoresin jahe biasanya cliperoleh dengan mengekstrak bubuk jahe kering dengan menggunakan ekstraksi konvensional dengan soxhlet. Namun, proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan rendemen yang diperoleh masih sangat rendah. Untuk meningkatkan rendemen dan mempercepat waktu ekstraksi ini maka kini telah dikembangkan proses ekstraksi dengan memanfaatkan teknik sonokimia yaitu dengan bantuan gelombang ultrasonik.&#13;
Sonic atau suara dengan frekuensi sangat tinggi disebut ultrasonic. Suara ultrasonik yang menjalar di dalam medium cair memiliki  kemampuan terus menerus membangkitkan  semacam gelembung atau rongga (cavity) di dalam medium tersebut yang kemuclian secepat kilat meletus (Bixara, 2009). Penggunaan  ultrasonik merupakan  suatu metoda ekstraksi untuk meningkatkan rendemen dan kualitas produk dibandingkan  dengan ekstraksi konvensional berdasarkan  proses ekstraksi  padat-air menggunakan  soxhlet  (Garcia  dan Castro,  2003).  Menurut  Mason  et al, (1996), efek mekanis  gelombang  ultrasonik dapat  mengakibatkan  penetrasi pelarut yang lebih besar  dalam  suatu  material  dan memperbesar  laju  perpindahan  massa.  Oleh  karena  itu  pada penelitian ini akan dipelajari pengaruh jenis pelarut dan temperatur ekstraksi pada oleoresin jahe dengan menggunakan bantuan gelombang ultrasonik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari oleoresin yang dihasilkan.&#13;
Metode rancangan  yang digunakan  pada penelitian  ini adalah Rancangan  Acak Kelompok (RAK)   pola   faktorial   yang   terdiri   dari  2  faktor   dengan   mengelompokkan  ulangan   sebagai kelompok.  Faktor  pertama  adalah jenis pelarut  yang  terdiri  dari  3  (tiga)  taraf yaitu  P1=  etanol, P2,=  metanol,  P3= heksan,  dan faktor  kedua  adalah  temperatur  ekstraksi  yang terdiri dari 3 (tiga) taraf  yaitu  T1,=  40C,  T2,=  50C,  T3,=  60C.  Kombinasi   perlakuan   adalah   3   x  3= 9  dengan menggunakan  tiga  kali  perulangan   sehingga   diperoleh   27  satuan   percobaan.  Analisis   yang dilakukan  terhadap  oleoresin  yang dihasilkan  meliputi  rendemen,  bobot jenis, indeks bias, nilai &#13;
organoleptik  warna, aroma dan kekentalan.&#13;
Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa pengaruh jenis  pelarut (P)  yang  digunakan  pada pembuatan    oleoresin   jahe  berpengaruh    sangat   nyata   (P0,05)  terhadap  indeks  bias.  Perbedaan  temperatur (T) yang  digunakan   berpengaruh   sangat nyata  (P0,05) terhadap  indek.s  bias,    nilai  organoleptik  wama  dan  nilai  organoleptik aroma.  Interaksi  antara jenis   pelarut  dan  temperatur yang  digunakan  berpengaruh   nyata  (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148755</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-21 15:51:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-21 15:51:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>