<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146915">
 <titleInfo>
  <title>SKALA PRIORITAS PENANGANAN GENANGAN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Metaliza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Banda Aceh, sebagai ibu kota Provinsi Aceh, merupakan salah satu wilayah yang beberapa sudut areanya masih mengalami masalah genangan. Letaknya yang berada di dataran rendah dan berdekatan dengan sungai besar seperti Krueng Aceh dan  Krueng  Daroy  sehingga  membuat  beberapa  area  tersebut  rentan  terhadap luapan.  Selain  itu,  sistem  drainase  yang  belum  optimal  dan  perilaku  masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan turut memperburuk kondisi ini. Wilayah  yang  rentan  terhadap  genangan  sering  kali  berada  di  dataran  rendah, berdekatan dengan sungai besar, atau memiliki sistem drainase yang tidak optimal. Perbaikan perlu dilakukan dengan menganalisis data dengan perhitungan pada titik genangan yang menjadi prioritas pada saluran yang memerlukan perbaikan. Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  hasil  skoring  genangan  dan  memberikan rekomendasi  tindakan  yang  dapat  dilakukan.  Metode  yang  digunakan  dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif yang didasari dengan penggunaan analisis  skala prioritas menggunakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  No.  12  Tahun  2014,  dan  analisis  kuesioner  dengan  menggunakan  uji validitas,  reliabilitas  dan  skoring.  Dalam  penelitian  ini,  data  primer  yang dibutuhkan  berupa  observasi  lapangan  dan  kuesioner.  Sedangkan  data  sekunder meliputi, data tinggi genangan, data luas genangan, peta Kota Banda Aceh, dan data drainase  perkotaan  Kota  Banda  Aceh.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa Kecamatan Jaya Baru menempati prioritas tertinggi dalam penanganan genangan di  Kota  Banda  Aceh,  dengan  kawasan  Emperom  mencatat  skor  tertinggi  sebesar 476,  diikuti  oleh  kawasan  lain  seperti  Emperom, Lampoh  Daya,  dan  Bitai  (471), serta Lamteumen Barat (464). Kawasan Kuta Alam (470) dan Neusu serta Peuniti di Kecamatan Baiturrahman (436) juga menunjukkan tingkat kerentanan signifikan. Rekomendasi  penanganan  genangan  meliputi  pendekatan  fisik,  seperti  perbaikan drainase,  pembangunan  kolam  retensi,  dan  revitalisasi  sungai,  serta  pendekatan non-fisik  berupa  penguatan  regulasi,  peningkatan  kapasitas  pemerintah,  dan optimalisasi  tata  ruang.  Kombinasi  strategi  ini  diharapkan  mampu  mengatasi genangan secara efektif dan berkelanjutan. &#13;
Kata Kunci :  Genangan, Parameter Genangan, Skala Prioritas</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DRAINAGE - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>627.54</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146915</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 14:42:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 09:57:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>