<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146679">
 <titleInfo>
  <title>INVESTIGATING EFL STUDENTS’ PROBLEMS IN SPEAKING ENGLISH (A QUALITATIVE STUDY IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT AT UNIVERSITAS SYIAH KUALA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nisrina Azzahra Pauzon</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  KIP  Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi ini bertujuan untuk menemukan masalah yang dihadapi oleh mahasiswa EFL (English as a Foreign Language) di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala dalam berbicara bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dan melibatkan 20 mahasiswa dari angkatan 2020. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara untuk menyelidiki empat masalah utama: inhibisi, &quot;tidak ada yang bisa dikatakan,&quot; partisipasi rendah atau tidak merata, dan penggunaan bahasa ibu, yang konsisten dengan kerangka kerja Tang (1997). Peneliti menemukan bahwa banyak siswa merasa gugup atau takut membuat kesalahan saat mengungkapkan pendapat mereka. Sementara beberapa siswa mendominasi diskusi kelompok dengan lebih percaya diri, siswa yang lebih pendiam berpartisipasi lebih sedikit. Mahasiswa lain kesulitan mengembangkan ide, yang menyebabkan keheningan canggung. Selain itu, ketika siswa menghadapi kesulitan dalam mengekspresikan diri dalam bahasa Inggris, mereka sering kembali menggunakan bahasa ibu mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa 65% siswa mengalami inhibisi, 20% mengalami &quot;tidak ada yang bisa dikatakan,&quot; 25% menunjukkan partisipasi yang rendah atau tidak merata, dan 75% sering mengandalkan bahasa ibu mereka selama kegiatan berbicara dalam bahasa Inggris. Temuan ini menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan kelas yang lebih mendukung dan mendorong dapat membantu siswa mengatasi hambatan-hambatan ini, membangun kepercayaan diri, dan meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris mereka seiring waktu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SPEAKING - APPLIED LINGUISTICS</topic>
 </subject>
 <classification>418</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146679</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-11 20:24:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 09:49:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>