<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146187">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN HASIL ANALISA GAS DARAH PADA PASIEN BRONKOSKOPI DENGAN ATAU TANPA LARYNGEAL MASK AIRWAY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riezky Maracilu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Bronkoskopi merupakan prosedur penting pada gangguan saluran napas, dengan anestesi umum menggunakan Laryngeal Mask Airway (GA-LMA) sebagai pendekatan standar. Namun, bronkoskopi dengan sedasi tanpa LMA memiliki keunggulan berupa prosedur yang lebih sederhana dan efisien, meskipun memiliki tantangan terkait keamanannya. Analisis gas darah menjadi salah satu parameter penting untuk menilai keamanan kedua pendekatan ini. Penelitian mengenai perbandingan hasil analisis gas darah antara bronkoskopi dengan GA-LMA dan sedasi saja masih terbatas dan membutuhkan eksplorasi lebih lanjut. &#13;
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian penelitian kohort prospektif untuk membandingkan hasil analisa gas darah pada pasien yang menjalani bronkoskopi dengan GA-LMA atau sedasi saja. Analisis statistik, termasuk uji Chi-Square dan uji T tak berpasangan, dilakukan dengan tingkat keyakinan 95%.&#13;
Hasil: Sebanyak 90 subjek dilibatkan dalam penelitian ini, dengan 48 subjek pada kelompok bronkoskopi dengan GA-LMA dan 42 subjek pada kelompok bronkoskopi dengan sedasi tanpa LMA. Analisis statistik menggunakan uji T tak berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara analisa gas darah baik pH, PCO2, PO2, HCO3 dan BE pada kedua kelompok, dimana kelompok sedasi cenderung menyebabkan asidosis respiratorik akut sedangkan kelompok GA-LMA menyebabkan asidosis respiratorik kronis dengan kompensasi metabolik. &#13;
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan dalam hasil analisis gas darah antara pasien yang menjalani bronkoskopi dengan menggunakan GA-LMA dan sedasi saja, dimana kelompok sedasi cenderung menyebabkan asidosis respiratorik akut.&#13;
&#13;
Kata kunci: Bronkoskopi, Sedasi, Anestesi Umum, Laryngeal Mask Airway, Analisis Gas Darah</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146187</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 12:32:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 14:51:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>