<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144133">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS JASA EKOSISTEM PENYEDIAAN AIR DI DAERAH TANGKAPAN AIR ALUR MANCANG KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. Jeki Junaidi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Pengelolaan Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebelum tahun 2006, masyarakat di Gampong Sukamulia dan Sukadamai, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, menghadapi krisis air bersih. Mereka harus bergantian mengakses air dari meunasah (mushalla) yang dialirkan melalui pipa kecil berdiameter 2 inci dari SMK-PP Negeri Saree. Pada tahun 2006, melalui Program Pengembangan Kecamatan (PPK), kedua gampong berkolaborasi untuk membangun jaringan air bersih yang memanfaatkan mata air Alur Mancang di kaki Gunung Seulawah Agam. Proyek ini selesai pada tahun 2010 dengan penyediaan sambungan rumah (SR) untuk kebutuhan air masyarakat. Selain itu, untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air, pada tahun 2007 dibentuk Forum Alur Mancang Saree (FAMS) yang aktif menyosialisasikan perlindungan kawasan sumber air tersebut. &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektifitas mekanisme imbal jasa ekosistem, ketersediaan daya dukung suplai air, serta potensi valuasi carbon trading di daerah tangkapan air Alur Mancang. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner. Data dianalisis menggunakan tiga metode utama: Contingent Valuation Method (CVM) untuk menilai imbal jasa ekosistem, analisis daya dukung air untuk mengukur kapasitas sumber daya air, dan analisis potensi carbon trading untuk menghitung nilai ekonomi karbon dari kawasan hutan di daerah tangkapan air.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit mata air Alur Mancang sebesar 100 liter/detik mampu mencukupi kebutuhan air sebesar 12,25 liter/detik untuk Gampong Sukadamai dan Sukamulia selama 10 tahun ke depan. Analisis CVM mengungkapkan bahwa nilai non-use value yang bersedia dibayarkan masyarakat adalah sebesar Rp 230.010.000/ tahun. Sementara itu, potensi carbon trading dari daerah tangkapan air dengan tutupan hutan lahan kering sekunder diperkirakan mencapai 2.585,04 ton CO2, setara dengan valuasi Rp 152.000.234. Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa keberlanjutan pengelolaan sumber daya air dan pengembangan melalui pendekatan ekonomi berbasis ekosistem dapat dilakukan pada di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Kata kunci: imbal jasa ekosistem, carbon trading, pengelolaan sumber daya alam&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144133</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 15:36:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 15:40:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>