<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144115">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN FIKSATIF MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) DALAM MENINGKATKAN REMINERALISASI PADA PERMUKAAN GIGI TIKUS RATTUS NORVEGICUS YANG MENGALAMI KARIES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUNIFA AZKIYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Karies gigi merupakan kerusakan pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh proses demineralisasi akibat aktivitas asam dari bakteri, seperti Streptococcus mutans. Karies ini terjadi jika proses demineralisasi yang lebih banyak dibanding proses remineralisasi. Ketidakseimbangan antara kedua proses ini dapat menyebabkan perkembangan karies lebih lanjut. Minyak nilam (Pogostemon cablin Benth) mengandung patchouli alcohol yang merupakan kandungan utama yang berpengaruh sebagai agen fiksatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan fiksatif minyak nilam (Pogostemon cablin Benth) dalam meningkatkan remineralisasi pada tikus Rattus norvegicus yang mengalami karies. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vivo dengan desain posttest only control group dengan sampel berupa tikus yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (pemberian akuades), kelompok perlakuan (pemberian minyak nilam), dan kelompok kontrol positif (pemberian antibiotik Amoksisilin). Rongga mulut tikus diinokulasi suspensi Streptococcus mutans selama 3 hari, dilanjutkan pemberian makan kariogenik selama 47 hari. Perlakuan pada tikus dilakukan dengan pemberian minyak nilam, Amoksisilin, dan akuades selama 7 hari.  Analisis data melibatkan uji statistik one way ANOVA untuk mengetahui adanya perbedaan terhadap pengaruh kemampuan fiksatif minyak nilam dalam meningkatkan remineralisasi. Hasil menunjukkan bahwa terdapatnya perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan ion remineralisasi kalsium dan fosfat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak nilam memiliki kemampuan sebagai agen fiksatif dalam meningkatkan ion remineralisasi kalsium dan fosfat  gigi yang mengalami karies. Minyak nilam juga berpengaruh terhadap struktur mikroskopis gigi dengan terbentuknya mikropori yang lebih kecil.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144115</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 15:20:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 15:36:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>