<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143135">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA DENGAN BURNOUT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING KARYAWAN PADA PT XYZ</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GIZKA HUMAIRA DINDA MUSTARY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Teknik Mesin dan Industri</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan sumber daya manusia merupakan salah satu aset penting yang dimiliki sebuah perusahaan atau organisasi sebagai jembatan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu penting bagi sebuah perusahaan dalam melakukan manajemen kinerja karyawan yang baik. peningkatan cacat produk yang dihasilkan mengindikasikan terjadinya penurunan pada kinerja karyawan. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh beban kerja dan kinerja karyawan dengan burnout sebagai variabel intervening dengan pendekatan kuantitatif dan analisis data menggunakan metode SEM-PLS. Responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 113 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja melalui burnout memiliki  nilai P-Value sebesar 0,040 dan memiliki kontribusi sebesar 60% terhadap kinerja karyawan terbuki memiliki kontribusi yang negatif dan signifikan secara tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Sedangkan lingkungan kerja melalui burnout tidak memiliki peran intervening terhadap kinerja karyawan dengan nilai P-Value sebesar 0,119 melainkan lingkungan kerja dapat berpengaruh secara langsung atau independen terhadap kinerja karyawan dengan nilai P-Value sebesar 0,000. Hal ini berarti lingkungan kerja melalui burnout tidak memberikan pengaruh cukup besar untuk menaikan atau menurunkan kinerja karyawan namun lingkungan kerja secara langsung dapat meningkatkan kinerja karyawan. Penurunan kinerja karyawan dapat menyebabkan produktivitas perusahaan secara menyeluruh juga menurun seperti target yang sulit tercapai dan meningkatnya biaya operasional.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Beban kerja, Lingkungan Kerja, Kinerja Karyawaan, Burnout, Outer Model, Inner Model, Sem-PLS, Smart PLS.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143135</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-19 22:35:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-20 10:30:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>