<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143057">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH BELANJA DAERAH DAN SEKTOR BASIS TERHADAP PERTUMBUHAN INKLUSIF DI PROVINSI ACEH DENGAN PENDAPATAN PER KAPITA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Eka Saputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hingga tahun 2021, pertumbuhan inklusif di Provinsi Aceh yang diukur dengan indeks pembangunan ekonomi inklusif (IPEI) mengalami penurunan peringkat dibandingkan dengan capaian peringkat pada tahun 2011. Intervensi pemerintah melalui kebijakan belanja daerah menghadapi tantangan baru dikarenakan pada tahun 2022 terjadi penurunan jumlah alokasi dana otonomi khusus (OTSUS) yang akan berakhir sepenuhnya pada tahun 2027. Sektor basis merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan belanja daerah dan sektor basis terhadap pertumbuhan inklusif dengan menggunakan pendapatan per kapita sebagai variabel mediasi. Analisis dilakukan dengan Random Effect Model (REM) menggunakan data panel dari 10 Kabupaten yang memiliki basis perekonomian di sektor pertanian pada periode 2011-2021. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian dan pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan inklusif. Di sisi lain belanja hibah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan inklusif sedangkan belanja modal, belanja barang dan jasa dan belanja bantuan sosial tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan inklusif. Pada analisis mediasi, temuan menunjukkan bahwa pendapatan per kapita memediasi pengaruh belanja modal, belanja barang dan jasa serta sektor pertanian terhadap pertumbuhan inklusif namun tidak memediasi pengaruh belanja hibah dan bealanja bantuan sosial terhadap pertumbuhan inklusif. Untuk itu, dengan semakin berkurangnya kemampuan fiskal pemerintah kedepan maka, diperlukan perbaikan tata kelola dan kebijakan belanja daerah yang lebih berkelanjutan dan tepat sasaran, serta berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat di Provinsi Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INCOME</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ECONOMIC GROWTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LOCAL FINANCE</topic>
 </subject>
 <classification>338.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143057</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-19 14:38:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-19 14:49:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>