<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138381">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DISKRIMINASI TERHADAP PEMENUHAN HAK- HAK SIPIL PENGHAYAT  ALIRAN KEPERCAYAAN PARMALIM (STUDI KASUS DI KECAMATAN LAGUBOTI, KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hafizul Fithrah P. Siregar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FISIP Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Sumatera Utara adalah sebuah provinsi yang memiliki kekayaan budaya dan&#13;
keberagaman agama dan kepercayaan di dalamnya. Terdapat sebuah keunikan&#13;
yang ada di Sumatera Utara yaitu adanya eksistensi Penghayat Aliran&#13;
Kepercayaan Parmalim yang memiliki pusat tepatnya di Desa Pardomuan Nauli,&#13;
Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba. Parmalim adalah sebuah sistem&#13;
kepercayaan asli orang Batak yang memiliki nilai-nilai kebudayaan luhur yang&#13;
masih eksis hingga saat ini. Namun dibalik itu semua, kepercayaan Parmalim saat&#13;
ini memiliki tantangan terhadap hak-hak sipil dan sosialnya oleh masyarakat yang&#13;
beragama mayoritas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan&#13;
menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya diskriminasi dalam&#13;
pemenuhan hak-hak sipil terhadap penganut penghayat aliran kepercayaan dan&#13;
untuk mengetahui dan menjelaskan upaya dan hambatan yang telah dilakukan&#13;
oleh pemerintah dalam mengatasi diskriminasi terhadap penghayat aliran&#13;
kepercayaan Parmalim. Penelitian ini menggunakan teori politik identitas menurut&#13;
Stuart Hall tentang perjuangan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan&#13;
untuk mendapatkan pengakuan dan keadilan dalam kehidupan bersosial.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan&#13;
data melalui wawancara mendalam. Responden utama adalah anggota komunitas&#13;
Parmalim dan stakeholders terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya&#13;
dominasi budaya mainstream dan agama- agama resmi yang belum sepenuhnya&#13;
mengakomodasi eksistensi agama-agama lokal seperti Parmalim serta kurangnya&#13;
pemahaman dan sosialisasi mengenai peraturan perundang-undangan yang telah&#13;
mengakomodasi hak- hak penghayat kepercayaan, seperti Permendikbud No. 27&#13;
Tahun 2016. Oleh karena itu pemerintah diharapkan dapat meningkatkan&#13;
sosialisasi dan edukasi publik terkait regulasi perlindungan hak penghayat&#13;
kepercayaan &#13;
Kata Kunci : Diskriminasi, Parmalim, Hak Sipil, Politik Identitas&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138381</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 09:24:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 10:48:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>