PEMETAAN GEOLOGI DAN PENGUKURAN INDEKS KERENTANAN TANAH TERHADAP GEMPA BUMI MENGGUNAKAN METODE MIKROTREMOR DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMETAAN GEOLOGI DAN PENGUKURAN INDEKS KERENTANAN TANAH TERHADAP GEMPA BUMI MENGGUNAKAN METODE MIKROTREMOR DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Misbahul Ummy - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Bambang Setiawan - 197106032006041002 - Dosen Pembimbing I
Nafisah Al-Huda - 197901102008122001 - Dosen Pembimbing II
Halida Yunita - 197806132002122002 - Penguji
Fahri Adrian - 199004292016011101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2004109010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geologi (S1) / PDDIKTI : 34201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik - Teknik Geologi., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kota Banda Aceh berada diatas cekungan Krueng Aceh yang berumur kuarter holosen yang terdiri dari endapan aluvial berupa kerikil, pasir, lanau, dan lempung. Selain itu, Kota Banda Aceh juga berada diantara dua patahan aktif yaitu segmen Aceh dan segmen Seulimuem yang keduanya merupakan bagian dari Sesar Sumatra. Karena keberadaan patahan aktif ini, Kota Banda Aceh merupakan daerah yang rawan akan bencana gempabumi. Dengan kondisi geologinya yang berada di atas cekungan yang berumur muda, maka akan memiliki potensi bahaya yang lebih besar terhadap efek intensitas getaran tanah akibat amplifikasi dan interaksi getaran tanah terhadap bangunan karena gempabumi. Oleh karena itu, mengetahui indeks kerentanan tanah merupakan salah satu bentuk mitigasi yang dapat dilakukan agar dapat meminimalisir korban maupun kerusakan bangunan akibat gempabumi. Tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi serta indeks kerentanan tanah terhadap gempabumi di Kota Banda Aceh. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, maka dilakukan pemetaan geologi yang akan menghasilkan peta lintasan, peta geomorfologi, dan peta geologi. Selain itu, studi kasus yang berupa pengukuran indeks kerentanan tanah terhadap gempabumi akan dilakukan dengan menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio). Metode ini memiliki dua parameter yaitu frekuensi natural dan amplifikasi, yang dimana kedua parameter tersebut akan digunakan untuk mencari nilai indeks kerentanan tanah (Kg). Hasil yang diperoleh dari pemetaan geologi yaitu terdapatnya 5 (lima) litologi yang terdiri dari lempung lanauan & lanau lempungan, lempung pasiran & lanau pasiran, pasir lempungan & pasir lanauan, pasir dan sedimen rawa. Adapun satuan endapannya terdiri dari 5 (lima) satuan yaitu satuan endapan pantai (Qb), satuan endapan pematang pantai (Qbr), satuan endapan rawa depan (Qfs), satuan endapan rawa belakang (Qbs), dan satuan endapan fluvial (Qf). Kondisi geomorfologi pada Kota Banda Aceh memiliki 3 (tiga) bentang alam yaitu bentang alam denudasional, bentang alam fluvial, dan bentang alam marin. Adapun hasil analisis indeks kerentanan tanah terhadap gempa bumi mengindikasikan bahwa Kota Banda Aceh memiliki nilai frekuensi natural yang berkisar antara 0,3-2,4 Hz dan nilai amplifikasinya berkisar antara 1,9-3,9. Sehingga nilai indeks kerentanan tanah pada Kota Banda Aceh berkisar antara 1,64-38 dan membuat Kota Banda Aceh adalah kota yang rawan terjadinya kerusakan terhadap bangunan jika terjadi gempa bumi. Namun hal ini dapat diatasi dengan meningkatkan kualitas pondasi dan struktur bangunan sehingga akan lebih kokoh dan meminimalisir kerusakan bangunan ketika terjadinya gempa bumi.
Kata Kunci: Banda Aceh, Pemetaan Geologi, Indeks Kerentanan Tanah Terhadap Gempabumi, Metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio).

ABSTRACT Banda Aceh city is located above the holocene quarternary-age Krueng Aceh Basin which consists off alluvial deposits in the form of gravel, sand, silt, and clay. In addition, Banda Aceh city is also located between two active faults namely the Aceh segment and the Seulimuem segment, both of which are part of the Sumatra Faults. Due to the existence of this active faults, Banda Aceh city is an area prone to earthquake disasters. And its geologic conditions that are above a young-age basin, it will have a greater potential hazard to the effects of ground vibration intensity due to amplification and interaction of ground vibrations on buildings due to earthquakes. Therefore, knowing the soil vulnerability index is one form of mitigation that can be done in order to minimize victims and building damage due to earthquakes. The purpose of this research is to determine the geological conditions and soil vulnerability index to earthquakes in Banda Aceh city. To achieve the expected goal, geological mapping is carried out which will produce a geomorphological map, and geological map. In addition, a case study in this form of measuring the soil vulnerability index to earthquakes will be conducted using the HVSR (Horizontal to vertical Spectral Ratio) method. This method has two parameters namely natural frequency and amplification, which will be used to find the soil vulnerability index. The result obtained from geological mapping are that there are 5 (five) lithologies consisting of silty clay & clayey silt, sandy silt & clay, silty & clayey sand, sand, and swamp sediment. The sediment unit consists of 5 (five) units, namely the beach sediment unit (Qb), the beach ridge sediment unit (Qbr), the fore swamp sediment unit (Qfs), the back swamp sediment unit (Qbs), and the fluvial sediment unit (Qf). The geomorphological conditions in Banda Aceh city have 3 (three) landscapes, namely denudational landscapes, fluvial landscapes, and marine landscapes. The results of the analysis of the soil vulnerability index to earthquakes indicate that Banda Aceh city has natural frequency values ranging from 0,3 to 2,4 Hz and amplification values ranging from 1,9 to 3,9. So that the value of the soil vulnerability index which makes Banda Aceh city is prone to buildings damage in case of earthquakes. However, this can be overcome by improving the quality of foundations and building structures so that they will be more sturdy and minimize building damage during an earthquake. Keywords: Banda Aceh, geological mapping, soil vulnerability index to earthquakes, HVSR (Horizontal to vertical Spectral Ratio) method.

Citation



    SERVICES DESK