<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138145">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS GERAKAN GEUDHAM PADA TARI SEUDATI TERHADAP TIMBULNYA CEDERA KAKI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN NUMERIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rifa Wadia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FT Mesin</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tari merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang komponen utamanya &#13;
adalah gerak. Tari tradisional Aceh yang sangat dikenal dengan kekhasan gerak, &#13;
keserempakan yang mencerminkan keperkasaan lelaki pejuang Aceh yaitu Tari &#13;
seudati. Gerak dasar dari tari seudati  dominan dengan gerakan melompat, &#13;
melangkah, memukul dada, memetik jari dan menghentakkan kaki ke lantai, bila di &#13;
perhatikan dengan seksama ada beberapa teknik dan sikap gerak yang memiliki &#13;
potensi tingkat cedera yang tinggi, yakni teknik menghentakkan kaki ke lantai yang &#13;
berdasarkan penamaan geraknya yaitu geudham gaki (hentakan kaki). Maka untuk &#13;
menghindari resiko cedera perlu adanya pemahaman akan potensi cedera yang &#13;
terjadi. Tujuan dari penelitan ini adalah menganalisis gerakan geudham pada tari &#13;
seudati terhadap potensi timbulnya cedera kaki dengan menggunakan pendekatan &#13;
numerik. Berdasarkan hasil analisis, tegangan von-Mises dan tegangan normal pada &#13;
variasi berat badan (45 kg, 59 kg, 65 kg) tidak melebihi batas ultimate stress tulang &#13;
sebesar 150 MPa. Meskipun tidak langsung menyebabkan cedera tulang, setiap &#13;
gerakan geudham tetap berpotensi menyebabkan cedera pada kaki bagian lainnya. &#13;
Pada geudham 1, tegangan mencapai 68 MPa di bawah jari tengah kaki, nilai ini &#13;
melebihi batas nilai ultimate stress kulit. Pada geudham 2 menghasilkan tegangan &#13;
90 MPa di bawah ibu jari, nilai ini melebihi batas nilai ultimate stress kulit. Pada &#13;
geudham 3, tegangan mencapai 38 MPa di pergelangan kaki yang mendekati nilai &#13;
batas ultimate stress kulit, gerakan ini belum menunjukkan cedera apapun, dan pada &#13;
geudham 4, tegangan mencapai 104 MPa di bawah jari tengah kaki yang dimana &#13;
nilai ini melebihi batas ultimate stress jaringan lunak. Hal ini menunjukkan &#13;
pentingnya mengatur durasi dan frekuensi latihan untuk mencegah cedera. Analisis &#13;
FEA dalam biomekanik tari tradisional seperti seudati membantu memahami &#13;
distribusi gaya dan tegangan, sehingga dapat mengidentifikasi area berisiko cedera, &#13;
memberikan wawasan baru untuk pencegahan cedera dalam latihan tari.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138145</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 12:26:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 14:14:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>