<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135021">
 <titleInfo>
  <title>PERAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI  (STUDI PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI PESERTA PMM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MHD. MARDIANTO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) adalah program pertukaran mahasiswa dalam negeri selama satu semester dari satu klaster daerah ke klaster daerah lainnya yang memberikan pengalaman kebhinekaan dan sistem alih kredit maksimal sebanyak 20 sks. Perbedaan kebudayaan, bukan lagi sebuah hal yang baru untuk didengar oleh masyarakat Indonesia, karena Indonesia merupakan negara multikultural yang terbentuk atas dasar perbedaan akan ras, etnis, suku, agama, adat istiadat dan budaya yang berbeda-beda di setiap wilayahnya. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hambatan komunikasi lintas budaya yang terjadi antara mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan mahasiswa peserta PMM dari daerah yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran komunikasi lintas budaya dalam mengatasi hambatan komunikasi, khususnya dalam konteks hambatan bahasa, stereotip, dan prasangka. Teori pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian menjadi landasan teoritis dalam menganalisis bagaimana narasumber dapat mengurangi kecemasan dan ketidakpastian yang muncul akibat perbedaan budaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari informan. Informan dalam penelitian ini merupakan mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2020 dan 2021 yang mengikuti program PMM pada tahun 2022, berjumlah empat mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengatasi hambatan komunikasi lintas budaya memerlukan pemahaman mendalam tentang perbedaan budaya, serta kemampuan untuk mengelola kecemasan dan ketidakpastian yang muncul akibat perbedaan bahasa, stereotip dan prasangka. Komunikasi lintas budaya memainkan peran penting dalam mengatasi hambatan komunikasi, terutama di kalangan mahasiswa peserta pertukaran. Dengan memahami konsep diri, motivasi, reaksi, kategori sosial, proses situasional, dan koneksi, mahasiswa dapat lebih efektif dalam berinteraksi dengan orang asing. Komunikasi lintas budaya berperan dalam mengatasi hambatan bahasa, stereotip dan prasangka. Dalam hal ini, komunikasi lintas budaya melibatkan proses memahami dan menghargai perbedaan yang berlaku di berbagai wilayah. Penelitian ini juga menekankan pentingnya keterampilan komunikasi yang adaptif dan empatik dalam menciptakan interaksi yang lebih harmonis di antara individu dari latar belakang budaya yang berbeda.&#13;
Kata Kunci: Hambatan Komunikasi, Komunikasi Lintas Budaya, Pertukaran Mahasiswa Merdeka.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135021</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 18:26:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 15:27:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>