PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETANI GULA AREN DUSUN BATU DELAPAN KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG (STUDI PROGRAM CSR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETANI GULA AREN DUSUN BATU DELAPAN KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG (STUDI PROGRAM CSR


Pengarang

M Raka siwi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Firdaus Mirza Nusuary - 198610162019031009 - Dosen Pembimbing I
Ibnu Phonna Nurdin - 199108192022031004 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2010101010101

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosiologi.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Program pemberdayaan pada kelompok petani gula aren sebagai komoditas utama para petani aren di dusun batu delapan, terdapat masalah berupa para petani gula aren pada program pemberdayaan CSR Meghgek Betuah PT Pertamina belum dapat mengakomodasi lahan dan bahan baku yang dibutuhkan. Program Meghgek Betuah adalah program pemberdayaan dari Pertamina untuk memberdayakan para petani dari mulai memberikan sarana dan prasarana, pelatihan untuk meningkatkan produksi para petani. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengkaji program Meghgek Betuah di Batu Delapan dilaksanakan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, program Meghgek Betuah dalam meningkatkan hasil gula aren di batu delapan belum optimal karena dari empat aspek pemberdayaan masyarakat yang di kemukakan Robert Chambers (berpusat pada masyarakat, partisipasi, memberdayakan dan berkelanjutan) hanya 1 aspek yang tidak maksimal yaitu berkelanjutan dengan melihat bahan baku dan lahan yang terbatas sehingga para petani aren tidak bisa meningkatkan produksi. Tiga aspek lainnya sudah terpenuhi, dimulai dari berpusat pada masyarakat dengan memberikan pelatihan, partisipasi petani mengikuti pelatihan dan pemberdayaan dalam melihat keaktifan para petani dalam mengikuti pelatihan yang diberikan pihak Pertamina, serta memberdayakan yaitu dengan melihat para petani dapat mengimplentasikan dari dua aspek berpusat pada masyarakat dan partisipasi dalam program Meghgek Betuah untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi para petani aren. Program pemberdayaan meghgek betuah tidak optimal, dari hasil penelitian, aspek keberlanjutan tidak optimal dikarenakan kurangnya lahan dan bahan baku bagi para petani.

Kata Kunci : Petani Gula Aren, Pemberdayaan, Pelatihan

Empowerment program for palm sugar farmer groups as the main commodity for sugar palm farmers in Batu Delapan Hamlet, there is a problem in the form of palm sugar farmers in PT Pertamina's Meghgek Betuah CSR empowerment program not being able to accommodate the land and raw materials needed. The Meghgek Betuah program is an empowerment program from Pertamina to empower farmers, starting from providing facilities and infrastructure, training to increase farmers' production. The aim of this research is to examine the implementation of the Meghgek Betuah program in Batu Delapan. The method used in this research is a qualitative research method with a case study approach. The data collection techniques used in this research are observation, interviews and documentation. The results of the research show that the Meghgek Betuah program in increasing the yield of palm sugar in Batu Delapan is not optimal because of the four aspects of community empowerment put forward by Robert Chambers (community-centered, participation, empowering and sustainable) only 1 aspect is not optimal, namely sustainability by looking at Raw materials and land are limited so sugar palm farmers cannot increase production. Three other aspects have been fulfilled, starting from people centered by providing training, farmer participation in training and empowerment in seeing farmers' activeness in participating in training provided by Pertamina, as well as empowerment, namely by seeing farmers can implement the two aspects of people centered and participation in the Meghgek Betuah program to develop and increase production for sugar palm farmers. the Meghgek Betuah empowerment program is not optimal, from the research results, the sustainability aspect is not optimal due to the lack of land and raw materials for farmers. Keywords : Farmer Palm Sugar, Empowerment, Training

Citation



    SERVICES DESK