<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134693">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL BAITUL MAL ACEH DALAM MENINGKATKAN LITERASI ZISWAF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NORAZITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Literasi ZISWAF merupakan salah satu faktor yang bisa menjadi stimulus dalam meningkatkan kesadaran publik untuk menunaikan ZISWAF. Teristimewa untuk Provinsi Aceh, amil zakat dan lembaga yang mengelola harta ZISWAF dinamakan Baitul Mal Aceh, yang merupakan salah satu lembaga pemerintahan yang berwenang menjaga, memelihara, mengelola dan mengembangkan harta ZISWAF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi digital yang dilakukan oleh Baitul Mal Aceh untuk meningkatkan literasi ZISWAF masyarakat dengan menggunakan konsep The Circular Model of Some oleh Luttrel (2015). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui metode wawancara semi terstruktur.  Informan dalam penelitian yaitu 3 orang pegawai Baitul Mal Aceh dan 2 orang pengikut akun media sosial yang sudah pernah menunaikan ziswaf di Baitul Mal Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital oleh Baitul Mal Aceh belum optimal dilakukan.  Masih terdapat hal-hal yang perlu ditingkatkan terutama pada tahapan optimize dan manage. Tahapan share dan engage merupakan tahapan yang sudah dominan dilakukan oleh Baitul Mal Aceh, namun harus lebih dimaksimalkan agar meningkatnya literasi ziswaf masyarakat, bertambah pula kepercayaan publik, sehingga terjadinya peningkatan fundraising ziswaf di Baitul Mal Aceh.  Kurangnya sumber daya manusia atau pegawai yang memiliki keterampilan di bidang media digital dan jurnalistik serta kurangnya minat masyarakat dalam mengakses informasi di media digital menjadi hambatan bagi Baitul Mal Aceh dalam melakukan komunikasi digital. Saran peneliti agar Baitul Mal Aceh memaksimalkan penggunaan hastags, mention, live meningkatkan respon cepat dan pemantauan media, serta melakukan riset tingkat literasi ziswaf masyarakat. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Literasi ziswaf, strategi komunikasi, komunikasi digital&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134693</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 00:37:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 09:37:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>