PENGARUH KEJELASAN SASARAN ANGGARAN DAN SISTEM PENGENDALIAN AKUNTANSI TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KEJELASAN SASARAN ANGGARAN DAN SISTEM PENGENDALIAN AKUNTANSI TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Helda Fitria - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0111310045

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2006

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kejelasan sasaran anggaran dan sistem pengendalian akuntansi baik secara parsial maupun simultan. terhadap Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kejelasan sasaran anggaran dan sistem pengendalian akuntansi baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja manajerial pada pemerintah daerah Kabupaten Aceh Besar. kineria manajerial pada pemerintah daerah Kabupaten Aceh Besar.
Penelitian ini dilakukan pada karyawan bagian keuangan di Sekretariat Daerah Penelitian ini dilakukan pada karyawan bagian keuangan di Sekretariat Daerah (Sekda) dan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Besar. Untuk menguji hipotesis, maka penelitian menggunakan Uji F dan uji t. Data yang diperoleh menggunakan Kuesioner dengan skala pengukuran skala Likert.
Hasil penelitian menggunakan SPSS (Software Ststistical Pakcage For Social Science), maka diperoleh persamaan Regresi Linear Berganda Y = 2,734 (Sekda) dan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Besar. Untuk menguji hipotesis, maka penelitian menggunakan Uji F dan uji t. Data yang diperoleh menggunakan Kuesioner dengan skala pengukuran skala Likert. Hasil penelitian menggunakan SPSS (Software Statistical Pakcage For Social Science, maka diperoleh persamaan Regresi Linear Berganda Y = 2,734 + 0,102 X1 + + 0, 102 X 1 + 0.204 X 2 , dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa dengan mengasumsikan variabel 0,204 X,, dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa dengan mengasumsikan variabel bebas (X,, X,) dianggap konstan, maka besarnya kinerja manajerial adalah sebesar 2,734. Setiap 100% perubahan (perbaikan, karena tanda +) dalam variabel kejelasan sasar an anggaran (X,) secara relatif akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 10,2 %. Setiap 100% perubahan (perbaikan, karena tanda +) dalam sistem pengendalian akuntansi (X,) bebas (X I , X 2 ) dianggap konstan. maka besamya kineja manajerial adalah sebesar 2,734. Setiap 100% perubahan (perbaikan, karena tanda +) dalam variabel kejelasan sasaran anggaran (X I ) secara relatifakan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 10,2 a/a. Setiap 100% perubahan ®erbaikan, karena tanda +) dalam sistem pengendalian akuntansi (X 2 ) secara relatif akan meningkatkan kineria manajerial sebesar 20,4 %, Pada level of secara relatif akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 20,4 %, Pada level of signifikan 0,000 mengemukakan bahwa koefisien korelasi (R = 0,701) sebesar 70, 1% kinerja manajerial dipengaruhi oleh variable kejelasan sasaran anggaran dan system pengendalian akuntansi. Koefisien determinasi (R= 0,491) berarti bahwa 49,1 % kinerja manajerial dipengaruhi oleh variabel kejelasan sasaran anggaran dan sistem pengendalian akuntansi, sedangkan selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Selanjutnya setelah dilakukan uji F, diperoleh Fae Fata, yaitu sebesar 16,430> 3,2759 pada tingkat signifikansi a =5 %. maka H, ditolak dan H, diterima. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) dapat dilihat dari uji t pada tingkat signifikansi 0,05, variabel X, diperoleh bahwa tans lase dengan nilai 1,667 < 2,0262, variabel X, diperoleh bahwa tanggi tatal dengan nilai 4,153 > 2,0262. signifikan 0,000 mengemukakan bahwa koefisien korelasi Q` = 0,701) sebesar 70,1% kineria manajerial dipengaruhi oleh variable kejelasan sasaran anggaran dan system pengendalian akuntansi. Koefisien determinasj a`2 = 0,491) berarti bahwa 49,I % kineria manajerial dipengaruhi oleh variabel kejelasan sasaran anggaran dan sistem pengendalian akuntansi, sedangkan selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Selanjutnya setelal dilakukan uji F, diperoleh Fhitung > Ftabel, yaitu sebesar 16,430 > 3,2759 pada tingkat signifikansi oc =5 %. maka Ho ditolak dan Ha diterima. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) dapat dilihat dari uji t pada tingkat signifikansi 0,05, variabel X] diperoleh bahwa thitung < ttabe| dengan nilai I,667 < 2,0262, variabel X2 diperoleh bahwa hirmg > tt8bei dengan nilai 4,153 > 2,0262.
Berdasarkan uji F dan uji t, secara sinultan kejelasan sasaran anggaran oil) dan Berdasarkan uji F dan uji t, secara simultan kejelasan sasa ran anggaran (X,) dan sistem pengendalian akuntansi a(2 ) berpengartih secara signifikan terhadap kineria sistem pengendalian akuntansi (X,) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial (Y). Sedangkan secara parsial kejelasan sasaran anggaran tidak berpengaruh secara signifikan, tetapi pada system pengendalian akuntansi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial. manajerial (Y). Sedangkan secara parsial kejelasan sasalan anggaran tidak berpengaruh secara signifikan. tetapi pada system pengendalian akuntansi berpengaruh secara signifikan terhadap kineria manajerial.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK