<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130503">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  KONSENTRASI  GARAM  DAN  ASAM  SITRAT TERHADAP  MUTU  ASINAN  JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSC )</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mohd Robby Isnain</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jahe  (Zingiber officinale Rosc ) termasuk   satu   dari   sembilan   besar  rempah-rempah  yang  diperdagangkan  di  pasaran  dunia.  Produk-produk  jahe  yang  dikenal  dalam  dunia  perdagangan  internasional  antara  lain  jahe  segar&#13;
(green ginger atau fresh ginger), jahe  kering (drid ginger),  dan awetan jahe  (Preserved ginger)  yang  terdiri  dari  manisan jahe  yang  direndam  dalam  air  gula dan jahe yang diawetkan dalam air garam (Koswara,  1995).  Asinan jahe  adalah  jahe yang diawetkan dengan penambahan garam dan larutan cuka atau larutan  asam  sitrat  dan  asam  lain  yang  sesuai   (SNI  01-4289-1996).  Tujuan  utama pembuatan asinan adalah untuk mencegah pembusukan, sehingga bahan  makanan  akan lebih tahan lama dan menghasilkan citrasa yang lebih disukai.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mempelajari   proses   pembuntan  asinan  jahe  untuk  menghasilkan  mutu  asinan jahe  yang  terbaik,  berdasarkan  perbedaan  konsentrasi  garam dan asam sitrat yang digunakan.&#13;
               Bahan  yang  digunakan  adalah  jahe   gajah   (Jahe   putih   besar)   yang dipanen pada umur 4 bulan yang diperoleh dari pasar tradisional (Pasar Aceh). Penelitian  ini  dilaksanakan  dengan  menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL)  faktorial  pola  3  x  3  dengan  tiga  kali  ulangan,  sehingga  seluruhnya  terdapat 27 unit percobaan.  Faktor-faktor yang diteliti yaitu konsentrasi garam (G)  yang  terdiri  atas  tiga  taraf:  Gi  =  10  %,  G2  =  20  %,  dan  G3  =  30  %  serta konsentrasi asam  sitrat (A)  yang terdiri  atas  tiga taraf:  Ai  =  1  %,  A2  =  2  %,  dan  A3  =  3   %.   Data  hasil   penelitian  dianalisis  menggunakan  Analysis  of  Variance (ANOVA) dan jika terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan  dengan  uji Beda Nyata Terkecil (BNT).  Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini  meliputi kadar air, kadar abu, nilai pH,  berat jenis, dan penilaian organoleptik  (rasa, aroma, dan warna).  &#13;
               Hasil   analisis   sidik   ragam   menunjukkan   bahwa   konsentrasi   garam  berpengaruh  sangat  nyata  (P  0,05) &#13;
terhadap  kadar  abu,  berat jenis,  nilai  organoleptik  warna  dan  aroma  asinan  jahe.  Konsentrasi  asam  sitrat  berpengaruh  sangat  nyata  (P   0,05)  terhadap kadar air, kadar abu, organoleptik warna, rasa dan aroma asinan jahe.  Interaksi  konsentrasi  garam dan  asam sitrat berpengaruh sangat nyata (P    0,05)   terhadap   kadar   air,   kadar   abu,   berat  jenis   serta   njlai  organoleptik warna  dan aroma asinan jahe, &#13;
               Berdasarkan   uji   organoleptik,   asinan  jahe  yang  paling  disukai   oleh  penulis  adalah  asinan jahe  dengan  konsentrasi  garam  20  %  dan  konsentrasi  asam    sitrat   2 %  (G2A2)    dengan   nilai    kesukaan   terhadap   warna   3,02&#13;
(penerimaan biasa), nilai kesukaan terhadap rasa 2,65 (penerimaan antara tidak  suka  dan  biasa),  dan  nilai  kesukaan  terhadap  aroma 2,97  (penerimaan antara  tidak  suka  dan  biasa).  0leh  karena  itu,  perlakunn  terbaik  untuk  asinan jahe&#13;
dalam  penelitian ini  dengan  karakteristik sebagai  berikut:  kadar air  87,10  %; kadar abu 0,80 %; pH 2,63; dan bobotjenis  I,05.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130503</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 15:42:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 15:42:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>