<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130030">
 <titleInfo>
  <title>ELEKTRODA PASTA KARBON YANG DIMODIFIKASI NANOPARTIKEL CUO UNTUK ANALISIS TIMBAL (PB) DAN KADMIUM (CD) SECARA VOLTAMETRI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMAR ISRAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Kimia</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian yang berjudul “Elektroda Pasta Karbon yang Dimodifikasi Nanopartikel CuO untuk Analisis Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Secara Voltametri”. Elektroda pasta karbon (EPK) dan elektroda pasta karbon termodifikasi CuO (EPK+CuO) dikarakterisasi menggunakan alat potensiostat dengan metode siklik voltametri (CV) menggunakan larutan K3[Fe(CN)6]/K4[Fe(CN)6] karena memiliki pasangan redoks paling seimbang dengan arus anodik dan arus katodiknya sebanding. Selanjutnya dianalisa kadar Pb dan Cd 1 ppm dalam larutan standarnya yang diukur menggunakan EPK dan EPK+CuO. Elektroda EPK dan EPK+CuO dapat mendeteksi larutan standar Pb dan Cd 1 ppm yang ditandai dengan adanya puncak pada grafiknya menandakan Pb dan Cd terdeteksi dalam larutan standarnya. Variasi pengukuran yang digunakan pada penelitian ini yaitu variasi EPK dan EPK+CuO serta variasi waktu deposisi. Waktu deposisi yang digunakan yaitu 30, 90, dan 180 detik yang diamati diantara ketiganya manakah waktu deposisi yang terbaik. Setelah dilakukan penelitian, waktu deposisi 180 detik merupakan waktu deposisi terbaik dengan ditandai puncaknya yang tertinggi jika dibandingkan dengan waktu deposisi 30 dan 90 detik. Semakin tinggi waktu deposisi, maka puncak arus juga akan semakin tinggi yang menandakan pengukuran semakin baik. Setelah selesai pengukuran, EPK+CuO dikarakterisasi dengan SEM-EDS dan XRD. Hasil karakterisasi menggunakan SEM-EDS menunjukkan struktur permukaan EPK+CuO seperti batang, adanya aglomerasi partikel C, penyebaran partikel Cu dan O pada permukaan EPK+CuO. Hasil analisis XRD menunjukkan keberadaan struktur CuO yang berbentuk kristal yaitu pada 2 = 35,53 dan 38,67. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah EPK termodifikasi CuO lebih baik digunakan untuk mengukur sampel Pb dan Cd 1 ppm dengan ditandai puncak arusnya yang lebih baik jika dibandingkan EPK tanpa modifikasi. Puncak arus Cd yang tertinggi diperoleh sebesar 6,4790 A sedangkan puncak arus Pb yang tertinggi diperoleh sebesar 8,5000 A. &#13;
&#13;
Kata kunci: 	Elektroda pasta karbon, nanopartikel CuO, timbal (Pb), kadmium (Cd), voltametri&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130030</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 15:13:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 09:23:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>