<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129945">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  PENGIRISAN DAN  WAKTU  PENGERINGAN  BEKU  TERHADAP KARAKTERISTIK   BAWANG   DAUN  PREI  KERING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Oriza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bawang   daun   prei   merupakan    salah   satu  jenis   sayuran   pelengkap   bumbu masakan  yang sudah lama dikenal masyarakat.  Bawang daun prei banyak digunakan  pada masakan   indonesia   misalnya  dalam  sup,  martabak   telur,  capcai,  campuran   bakmi  dan lain-lain.  Bawang   daun  prei  tidak  hanya  wanginya   yang  menarik   tapi  juga  berguna sebagai  penambah  cita rasa dalam makanan,  dapat  dimakan  mentah  seperti dalam  salad. Penurunan  mutu  kesegaran  bawang  daun  prei, seperti  pelayuan  batang  dan  wama  daun menguning  yang  terjadi sangat  cepat  menimbulkan dampak  buruk  selama  pengangkutan jarak jauh  tanpa  adanya  suatu  perlakukan   untuk  memperpanjang  umur  simpan.  Maka untuk   mengurangi   jumlah    yang       rusak   serta   dapat    memperluas    pemasaran    dan diversifikasi  pangan  perlu dilakukan  pengolahan  atau pengawetan.&#13;
Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui variasi ketebalan irisan dan waktu pengeringan  beku terhadap  bawang  daun prei kering. Penelitian  ini terbatas  pada  bawang daun  prei  segar  dengan  variasi  ketebalan   irisan  3   mm,  4  mm  dan  5  mm  dan  waktu pengeringan beku  15 jam, 20 jam,  dan 25 jam. Analisis  kadar air, kadar vitamin  C, rasio pengembangan (rehidrasi),  dan uji  organoleptik bawang  daun  prei  kering.  Penelitian  ini menggunakan Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL)  faktorial dengan  tiga faktor yang  diuji, yaitu variasi  ketebalan  irisan 3  mm, 4 mm dan 5  mm.  Variasi  waktu pengeringan beku  15 jam,  20 jam  dan 25 jam.  Dengan  demikian  terdapat  9 kombinasi  perlakukan  dan 3  kali perulangan  sehingga  diperoleh  27 satuan percobaan.&#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa  pada  variasi  waktu pengeringan   beku  25 jam  dengan  ketebalan  irisan 3  mm  mampu  mempercepat  atau  menekan  kadar  air bahan sebesar   6.61   %  dan   rasio   pengembangan   terbaik   sebesar   100  %.  Sedangkan   pada perlakuan   variasi   waktu   pengeringan    beku   15  jam  dengan   ketebalan   irisan   3    mm merupakan    perlakuan   terbaik   yang  mampu   menghambat  laju  kehilangan   kandungan vitamin   C  yaitu   sebesar   34.94   mg/1 00g  bahan.   Dari   hasil  uji   organoleptik   dengan menggunakan   skala  hideonik  untuk  semua  perlakuan  yang  disenangi  oleh  panelis  untuk warna  4.01,  aroma  3.55,  tekstur  5.00  dan  penerimaan   keseluruhan   2.80  terdapat  pada perlakuan  variasi  waktu pengeringan  beku 25 jam  dengan  ketebalan  irisan  3  mm.&#13;
Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa variasi ketebalan irisan dan waktu pengeringan  beku berpengaruh  nyata terhadap  kadar air dan vitamin  C bawang  dam, prei kering,  tetapi  interaksi  antara kedua  perlakuan  tidak berpengaruh nyata.  Sedangkan  untuk uji  rasio   pengembangan  variasi  ketebalan   irisan  dan  waktu   pengeringan   beku   tidak berpengaruh   nyata  tetapi  interaksi  antara  kedua  perlakuan  berpengaruh   nyata.  Hasil  uji lanjut Duncan 5  % pengaruh  waktu  pengeringan  beku bawang  daun prei kering  terhadap kadar air dan vitamin  C berbeda  nyata, tetapi pengaruh  waktu pengeringan beku terhadap rasio  pengembangan tidak  berbeda  nyata.  Sedangkan  untuk  hasil  uji lanjut Duncan 5% pengaruh  ketebalan  irisan  terhadap  kadar  air  dan  kandungan  vitamin  C berbeda  nyata, tetapi  tidak berbeda nyata untuk rasio pengembangan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>129945</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 09:39:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 09:39:26</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>