<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129822">
 <titleInfo>
  <title>PENENTUAN LITOLOGI BAWAH PERMUKAAN PADA KAWASAN RAWAN LONGSOR BERDASARKAN METODE RESISTIVITAS 2-DIMENSI RNSTUDI KASUS:</title>
  <subTitle>JALAN LINTAS BARAT (USAID) KM-25</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MEIKEL SURYANTA SEMBIRING</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecamatan Leupung terletak di Kabupaten Aceh Besar yang dimana daerah ini dikenal memiliki risiko tinggi terhadap bencana longsor karena didominasi endapan aluvium sungai yang kurang terkonsolidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis litologi bawah permukaan menggunakan metode geolistrik resistivitas 2-d pada area yang berisiko sebagai antisipasi terjadinya tanah longsor. Data diambil pada dua lintasan dengan panjang masing-masing 144 m dan 108 m dengan spasi antar elektroda masing-masing 2 m dan 1,5 m. Kedua lintasan ini menggunakan 72 elektroda dengan konfigurasi Dipole-dipole. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan software Res2dinv dengan 5 kali iterasi. Secara umum hasil penampang bawah permukaan menunjukkan rentang nilai resistivitas yang beragam yang berkisar antara 5 sampai 1000 Ωm. Hasil interpretasi data menunjukkan adanya dua lapisan pada setiap lintasan dengan nilai resistivitas yang bervariasi. Nilai resistivitas rendah dengan nilai antara 5-60 Ωm menunjukkan keterdapatan material aluvium dan pasir lempungan, sementara nilai resistivitas tinggi diatas 400 Ωm menunjukkan kemungkinan adanya batuan breksi atau batuan beku. Secara umum setiap lintasan memiliki risiko longsor yang cukup tinggi karena litologi penyusun batuan bawah permukaanya berupa pasir, lempung dan batu gamping, yang memiliki nilai resistivitas rendah. Jenis litologi yang bergerak diasumsikan sebagai bidang gelincir berada pada kedalaman 5-12 m dengan ketebalan lapisan kurang lebih 3-17 m.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129822</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 15:12:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 11:06:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>