<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129632">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH ANONIMITAS DI MEDIA SOSIAL TERHADAP TOXIC ONLINE DISINHIBITION PADA MAHASISWA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARA DILLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Media sosial memberikan individu akses untuk memperlihatkan kepribadian lain yang tidak diperlihatkan dalam keadaan realitas Terdapat temuan umum bahwa orang sering berperilaku berbeda ketika online dibanding saat  offline bahkan saat berada dalam situasi yang serupa ini dikenal dengan istilah online disinhibition. Toxic online disinhibition merupakan salah satu jenis dari disinhibition yang merujuk pada tindakan negatif di media sosial seperti cyberbullying, flaming dan cyberhate. Perilaku ini terjadi di media sosial dengan menggunakan akun anonim atau tanpa mengungkapkan identitas asli. Penelitian ini mengkaji  tentang pengaruh anonimitas di media sosial terhadap toxic online disinhibition pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis Quasi Experiment Posttest Only Group Control Design, terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing 21 mahasiswa di Banda Aceh yang dipilih melalui accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah konten video yang dapat menstimulus perilaku toxic online disinhibition dan platform Quizizz digunakan untuk mengumpulkan komentar, yang kemudian dianalisis sesuai konten dari hasil komentar untuk mengidentifikasi perilaku toxic online disinhibition. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai z = -2.639 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan anonimitas terhadap toxic online disinhibition dengan nilai signifikansi sebesar (p)=0.008. Temuan ini mengindikasikan bahwa  mahasiswa yang menggunakan akun anonim cenderung menunjukkan lebih banyak komentar negatif dibandingkan dengan subjek yang tidak menggunakan akun anonim. Penelitian ini juga menemukan serangan personal merupakan bentuk perilaku toxic yang paling umum terjadi, diikuti oleh penggunaan kata kasar dan penghinaan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Toxic Online Disinhibition, Anonimitas, Media Sosial, Mahasiswa&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129632</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 22:33:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 14:38:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>