<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129589">
 <titleInfo>
  <title>KUALITAS AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH RNDI KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AHMAD HALID ALTIFAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peran irigasi memudahkan petani dalam pengolahan tanah, sebagai penyedia air bagi &#13;
tanaman, memudahkan penggunaan pupuk dan obat-obatan, serta menekan perkembangan &#13;
hama penyakit dan gulma. Sumber air irigasi biasanya dapat berupa air permukaan dan air &#13;
tanah yang meliputi air sungai, waduk dan danau. Air yang digunakan dalam kegiatan &#13;
pertanian sebaiknya memenuhi standar baku mutu air irigasi sehingga air irigasi tersebut &#13;
layak dialirkan untuk tanaman padi sawah. Kualitas air irigasi penting diketahui sebagai &#13;
upaya dalam pengelolaan dan penggunaan air irigasi oleh petani untuk pengairan lahan &#13;
sawah. Hal ini karena kualitas air yang baik tidak akan mengganggu pertumbuhan tanaman &#13;
dan produksi. Kualitas air yang buruk dapat menimbulkan masalah lingkungan &#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan &#13;
melakukan survei dan pengambilan sampel air pada daerah Irigasi Krueng Aceh Kecamatan &#13;
Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Sampel air diambil pada 9 titik sampel  yaitu: pada &#13;
bendungan (1 sampel air), saluran primer (2 sampel air), saluran sekunder (2 sampel air), &#13;
saluran tersier (2 sampel air), dan saluran kuarter (2 sampel air). Untuk parameter hasil &#13;
analisis di cocokkan dengan referensi atau metode yang sudah ditentukan seperti menurut &#13;
Peraturan Pemerintah No 22 tahun 2021, serta menurut metode Scofield (1936), dan FAO &#13;
(1976).  &#13;
Berdasarkan hasil analisis laboratorium, pada semua lokasi penelitian dapat dilihat dari &#13;
parameter pH, TSS, BOD, DO, Sulfat, Nitrat, Seng, Timbal, Klorida, DHL, Natrium, dan SAR, &#13;
dengan pH berkisar antara 7,95-8,07 mg/L. TSS berkisar antara 15-127,2 mg/L. BOD berkisar &#13;
antara 0,58-1,16 mg/L. DO berkisar antara 5,03-7,16 mg/L. Sulfat berkisar antara 18-52,5 &#13;
mg/L. Nitrat berkisar antara 1,1-9 mg/L. Seng berkisar antara</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129589</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 17:01:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 11:18:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>