<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128866">
 <titleInfo>
  <title>KAWASAN REHABILITASI PELAKU KRIMINALITAS TERPIDANA DI JANTHO TEMA :</title>
  <subTitle>ARSITEKTUR PERILAKU</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Era Nopera Rauzi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
&#13;
Kriminalitas merupakan sebuah tindakan amoral yang dipicu oleh banyak  hal.  Penyebab utama sering terjadinya kriminalitas adalah faktor ekonomi.  Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari menuntut seseorang  mengambil jalan pintas kekerasan untuk bertahan hidup. Kedangkalan berpikir dan ketidak tersediaan lapangan kerja menuntun sebagian masyarakat mengambil paksa dan melukai sebagian dari mereka yang disebut korban. Banyak faktor yang mendukung kriminalitas untuk terus bertahan dan menjadi warisan bagi masyarakat kelas bawah. Namun, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena terdapat peraturan dan  hukum yang terus ditegakkan oleh pihak-pihak yang berwajib. Sehingga para pelaku kriminalitas yang terjerat oleh hukum harus mendekam dalam belenggu tirai besi selama masa hukuman yang telah ditetapkan berdasarkan tingkat kejahatan yang dilakukannya.  Dengan demikian, penulis mencoba menawarkan suatu konsep pembinaan dalam ruang lingkup Kawasan Rehabilitasi Pelaku Kriminalitas Terpidana bagi terpidana kriminalitas yang terlanjur menjadi sampah masyarakat didalam tirai besi.  Konsep desain ini setara dengan Lembaga Pemasyarakatan Klas II A dan bertujuan sebagai jembatan bagi mereka agar dapat kembali diterima oleh masyarakat serta mampu bertahan hidup dengan keahlian dan talenta yang didapat  selama menjalani masa hukuman.  Tema yang penulis terapkan didalam desain adalah Arsitektur Perilaku, sehingga desain dan fasilitas yang tersedia mengikuti fungsi dan hakekat dari kriminalitas. Diharapkan dari desain ini adalah pembaharuan terhadap terpidana kriminalitas sehingga rnenjadi sosok yang mampu berkembang dan bertahan hidup sebagai individu yang lebih baik serta bermartabat didalam masyarakat . &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128866</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-28 09:35:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-28 09:40:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>