<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128600">
 <titleInfo>
  <title>VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) AKIBAT PERBEDAAN LETAK BUAH DAN VARIETAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Chairuzzaman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
 CHAIRUZZAMAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KAKAO (Theobroma  cacao L.) AKIBAT PERBEDAAN LETAK BUAH DAN VARIETAS&quot;, (di bawah bimbingan Sabaruddin sebagai ketua dan Muhammad Hatta sebagai anggota). &#13;
 Kakao merupakan salah satu komoditas andalan nasional yang berperan penting  bagi perekonomian Indonesia umumnya dan petani khususnya. Permintaan akan  komoditi ini setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui letak buah dan varietas mana yang  dapat menghasilkan bibit kakao terbaik melalui uji viabilitas dan vigor benih kakao. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola  faktorial 3x3 dengan (tiga) ulangan. Faktor yang diteliti adalah letak buah yang terdiri  dari batang utama, cabang primer dan cabang sekunder dan varietas yang terdiri dari  Criollo, Amelonado dan Cundeamor. Peubah yang diamati adalah a) berat benih, b)  viabilitas potensial benih dengan tolok ukur potensi tumbuh, daya berkecambah dan c)  benih  dengan tolok ukur kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, vigor kecambah, uji Tso dan berat kering kecambah normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak buah berpengaruh sangat nyata terhadap berat benih dan berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh benih kakao. Perkecambahan benih kakao terbaik didapati pada buah yang berasal  vigor  dari  cabang  primer.  Varietas berpengaruh sangat nyata terhadap berat benib dan kecepatan tumbuh benih kakao. Perkecambahan terbaik didapati pada buah yang berasal dari varietas  Cundeamor.  Terdapat interaksi yang sangat nyata antara letak buah dan varietas terhadap berat benih kakao&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128600</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 10:43:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 10:43:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>