<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128080">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS OPTIMALISASI POLA TANAM SAYURAN DI KECAMATAN SILIMAKUTA KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI  SUMATERA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syaiful Bahri Sinuhaji</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
&#13;
Sayuran adalah salah satu kelompok hortikultura yang mempunyai arti dan kedudukan tersendiri dalam proses Pembangunan Nasional di sub sektor pertanian. Adanya fluktuasi harga sayuran akan berpengaruh terhadap keputusan petani dalam menentukan jenis tanaman akan  yang akan diusahakan. Petani  merespon fluktuasi harga tersebut dengan mengatur pola tanamnya . Terkait hal tersebut peneliti tertarik untuk melihat bagaimana petani mengatur pola tanam daerah komoditas sayuran di penelitian. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Silimakuta dengan mengambil secara purposiv e (sengaja) pada 2 desa, yaitu Desa  Sibangun Meriah dan Desa Saribu Dolok. Dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu sentra produksi sayuran dan mcrupakan desa yang memiliki komoditi sayuran unggulan di Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun. Objek dalam penelitian ini adalah petani sayuran yang merupakan masyarakat Desa Sibangun Meriah dan Desa Saribu Dolok. Ruang lingkup penelitian ini hanya terbatas pada pola  tanam  sayuran, optimalisasi pola  tanam  sayuran dan masalah -- masalah terkait usahatani sayuran di daerah penelitian.  Metode analisis yang digunakan adalah linear programming dan dianalisis menggunakan software LINDO. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komoditi yang mas uk dalam skema optimal adalah komoditi cabai merah pada  pola tanam satu, komoditi tumpangsari antara tomat dengan cabai merah pada  pola tanam kedua dan komoditi kentang yang ditanarn 2 kali dalam pola tanam  ketiga. Berdasarkan analisis post optimal yang dibagi menjadi dua skenario , pola  tanam yang paling optimal dalam setahun yang memberikan pendapatan tertinggi untuk petani adalah pola tanam kentang cabai merah  kentang.  Hasil  perbandingan pendapatan antara pola tanam optimal dengan aktual masing ­masing sebesar Rp 57.867.560,- dan Rp39.38.043,-. Jelas terlihat perbandingan tambahan pendapatan dan peningkatan persentase sebesar 24,7% dari kondisi  aktual menjadi optimal. Dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa pola tanam yang ada saat ini belum optimal sepenuhnya dan menunjukkan bahwa yang memberikan pendapatan paling optimal sekaligus untuk menjadi acuan pola  tanam dalam setahun adalah komoditi kentang -  cabai  merah - kentang. &#13;
&#13;
Kata Kunci: sayuran, optimalisasi , pola tanam, pendapatan, linear prog ramming, post optimal &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VEGETABLES - GARDEN CROP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>VEGETABLES</topic>
 </subject>
 <classification>635</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128080</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-16 14:42:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-20 12:11:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>